“Strategi di Le Mans sangat rumit karena perubahan cuaca. Kami terpaksa memakai ban soft sehingga harus hati-hati sejak start. Marc mampu tetap tenang dan membuka jarak setelah lomba menempuh setengah jumlah putaran,” tutur Alberto Puig, melansir dari Speedweek, Kamis (23/5/2019).
“Rasanya sungguh spesial bisa berada di podium bersama Marc. Saya lantas mengingat semua pencapaian Honda di MotoGP dan kontribusi kecil yang bisa saya berikan. Prestasi itu menunjukkan betapa pentingnya Honda dalam sejarah balapan,” imbuh pria asal region Catalunya tersebut.
Sebagai informasi, Honda mulai masuk ke dunia balap motor di kelas premier (500cc) pada 1959, tetapi baru merebut kemenangan pertama pada musim 1966. Sejak itu, Honda bersama mitranya menjadi salah satu raksasa di dunia balap roda dua.
(Fetra Hariandja)