BAKU – Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, mengaku kebingungan dengan strategi timnya saat mengaspal di Formula One (F1) GP Azerbaijan 2019. Sebab, teknisi tim asal Italia tersebut baru memanggilnya untuk mengganti ban di pit pada lap ke-31 yang dinilai sangat terlambat.
Charles Leclerc memulai balapan dengan ban medium sehingga bisa lebih lama berada di lintasan. Hal itu cukup membantunya untuk memimpin lomba pada putaran ke-13 ketika pembalap lain masuk pit untuk mengganti ban.
Akan tetapi, Ferrari tetap membiarkan anak muda asal Monaco itu terus melaju dengan ban yang mulai kehilangan daya cengkeram demi menahan duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. Keputusan itu diduga sengaja diambil agar rekan setim Leclerc, Sebastian Vettel, bisa mengejar Bottas dan Hamilton.
(Baca juga: Leclerc Evaluasi Diri Penampilan di F1 GP Azerbaijan 2019)
Sayangnya perjudian tersebut tidak berhasil. Hamilton dan Bottas bisa dengan mudah melewati Leclerc yang mulai kehilangan daya cengkeram. Setelah putaran ke-31, pembalap berusia 21 tahun itu baru dipanggil masuk pit untuk mengganti ban dari medium ke soft.
“Kami belum pernah mencoba ban hard sehingga yakin akan kesulitan dengan temperatur sirkuit, jadi kami tidak mau menggunakannya. Sementara kami khawatir dengan tingkat degradasi ban soft. Kami seperti kebingungan,” ujar Charles Leclerc, mengutip dari Crash, Selasa (30/4/2019).
“Tentu saja sebagai pembalap saya merasa kehilangan banyak waktu ketika Valtteri, Lewis, dan Seb menyalip. Saya butuh melihat data karena pasti ada alasan mengapa mereka membiarkan saya terus berada di lintasan begitu lama,” imbuh juara dunia F2 2017 tersebut.
(Fetra Hariandja)