Thamrin Marzuki, memhami bahwa keberhasilan organisasi PBTI tidak semata-mata ditentukan oleh Ketum saja, tetapi dibutuhkan soliditas, sinergitas dan peran aktif dari seluruh pengurus pusat, Pengprov, atlet, pelatih dan stakeholder lainya. “Hal tersebut merupakan modal utama PBTI untuk menghadapi setiap kesulitan dan hambatan untuk mengembangkan setiap potensi yang kita miliki demi kemajuan Taekwondo Indonesia,” jelas Thamrin Marzuki, sebelum akhirnya menutup Munas PBTI yang sudah berlangsung selama 2 hari tersebut.
Sementara itu di tempat yang sama, Ketum PBTI Periode 2015-2019, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi dan berterima kasih atas pengorbanan dan dukungan tulus dari para Pengurus PBTI Periode 2015-2019. “Saudara sekalian selalu membuat saya bahagia, bangga dan terhormat sebagai Pimpinan Taekwondo Indonesia,” kata Marciano.
Menurut Marciano, semua keberhasilan dalam periode kepemimpinannya mulai dari Sea Games, Kejuaraan Junior Asia , Kejuaraan Dunia Poomsae serta Asian Games tidak mungkin diraih tanpa kerja keras, sinergitas dan suasana penuh kekeluargaan dalam mendukung kebijakan yang dikeluarkan Marciano.
Marciano juga meminta kepada pengurus PBTI Periode 2019-2023, untuk membantu dan mendukung Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki sebagai Ketum PBTI yang baru. “Bantu dan dukung penuh Ketum PBTI yang baru, Bapak Thamrin dalam menata serta menyempurnakan organisasi, meningkatkan pembinaan atlet dengan penuh kepedulian demi tercapainya cita-cita kita semua. Selamat dan terus berkarya, maju Taekwondo Indonesia, raih prestasi dunia,” ajak Marciano.
(Fetra Hariandja)