“Gim pertama kami mainnya cukup enak. Lapangan juga kondisinya lebih enak karena anginnya lebih menekan. Di seberang saat gim kedua anginnya jadi pelan, ketika kami placing bola tidak pas seperti gim pertama,” ujar Marcus Fernaldi Gideon, mengutip dari laman PBSI, Sabtu (13/4/2019).
“Gim pertama kami cukup baik. Gim kedua kehilangan cukup banyak poin sehingga mereka bangkit. Jadi mereka bisa mengeluarkan semua kemampuannya. Memang selalu susah kalau mereka mainnya bisa in,” timpal Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Kekalahan tersebut tidak lantas membuat Marcus/Kevin down, tetapi akan dijadikan bahan evaluasi agar lebih baik di turnamen-turnamen berikutnya. Sebab, mereka sedang butuh pengumpulan poin agar lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.
(Fetra Hariandja)