"Jonas (Folger) tidak merasa nyaman dengan motor Yamaha pada awalnya. Jadi, kami memutuskan untuk meningkatkan pengaturan dan menyesuaikannya dengannya. Hal itu berhasil sehingga dia bisa langsung memberi masukan yang baik. Pekerjaan penguji lebih rumit. Mereka memiliki lebih sedikit waktu untuk menguji motor karena itu harus berusaha sedekat mungkin dengan yang pertama,” ujar Jarvis, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Selasa (19/2/2019).
"Kami tahu Jonas dapat bergerak lebih cepat, tetapi tugasnya di Sepang adalah melakukan banyak putaran dan memberi kami informasi. Tapi, saya belum tahu apakah akan memberinya wild card. Kami belum merencanakannya. Kami harus mengubah banyak hal dari tim uji untuk ikut serta dalam balapan. Jika sepanjang tahun kami menemukan manfaat dari sana, mungkin kami akan membiarkan Jonas mencoba beberapa hal di trek,” tukasnya.
(Djanti Virantika)