BOLOGNA – Pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, menampilkan performa apik dalam gelaran MotoGP 2018 dengan menjadi runner-up kejuaraan. Meski begitu, jumlah balapan yang dimenangi Dovizioso musim lalu nyatanya lebih sedikit dari apa yang ditorehkannya pada 2017. Menanggapi hal itu, Manajer Ducati, Davide Tardozzi, memiliki jawabannya.
Pada musim balap MotoGP 2017, Dovizioso memenangkan enam seri balapan. Akan tetapi, pada 2018, pembalap asal Italia itu hanya mampu empat kali menjadi yang tercepat dalam balapan. Tardozzi menerangkan, hal itu terjadi lantran Dovizioso cukup banyak membuat kesalahan di awal musim 2018.
(Baca juga: Hubungan Lorenzo dengan Dovizioso Tidak Separah yang Dipikirkan Orang)
Tercatat, dalam tujuh balapan pertama yang dilakoni Dovizioso di musim 2018, pembalap berjuluk The Baby Dragon itu gagal finis sebanyak tiga kali. Selain itu, pada musim lalu juga rekan setim Dovizioso, Jorge Lorenzo, menampilkan performa bagus. Kondisi itu membuat Dovizioso beberapa kali kalah saing.
“Ia memenangkan lebih sedikit balapan karena Jorge juga menang. Tetapi jika saya tidak salah, dia finis kedua di kejuaraan dunia, kan? Itu adalah tim yang kuat. Dia memenangkan lebih sedikit balapan karena alasan sederhana: dia membuat kesalahan di awal musim,” jelas Tardozzi, mengutip dari Speedweek, Sabtu (26/1/2019).
“Apa yang terjadi pada beberapa balapan pertama akhirnya menentukan akhir musim 2018. Jika kami tidak kehilangan begitu banyak poin di Argentina dan Austin ... Itu penting karena di Jerez atau di Le Mans kami 49 poin di belakang Marc, yang merupakan masalah bagi pola pikir Dovizioso. Setelah itu, kecelakaan datang di Jerez dan Le Mans,” lanjutnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)