“Buat saya, hujan sangat sulit diatasi sejak masih turun di kelas lebih rendah. Saya sangat buruk di lintasan basah. Saya selalu berdiskusi dengan ayah karena merasa sangat kecewa bisa menang mudah di trek kering, tetapi sulit di saat hujan,” ujar Dani Pedrosa, dilansir dari Paddock GP, Minggu (13/1/2019).
“Butuh bertahun-tahun buat saya untuk mengatasi problem tersebut. Podium pertama saya raih pada 2009 dan kemenangan perdana pada 2012. Saya kemudian berhasil menang tiga kali. Sejak itu, saya selalu bangga dengan hasil-hasil yang diraih pada balapan hujan,” imbuh pembalap yang identik dengan nomor 26 itu.
Dani Pedrosa kini tak lagi harus bertemu dengan mimpi buruknya tersebut. Sebab, pria asal Spanyol itu sudah memutuskan pensiun dari dunia balap dan mengambil peran sebagai pembalap penguji bagi KTM Red Bull mulai musim 2019.
(Fetra Hariandja)