“Pengembangan motor sangat sulit sepanjang musim lalu. Selain pembalap yang cedera, dari sisi regulasi juga susah. Anda tidak bisa mengubah beberapa parameter dan ini sangat menyulitkan bahkan ketika Anda punya keuntungan dua mesin lebih banyak dari yang lain,” ujar Mike Leitner, dilansir dari Crash, Rabu (9/1/2019).
“Akan tetapi, Anda tidak punya keuntungan yang besar seperti masa lalu di mana tim-tim pabrikan diberi lima mesin sementara Ducati 12 buah. Sekarang keuntungan-keuntungan seperti itu tidak lagi diberikan, tim pendatang baru hanya memiliki sedikit keistimewaan,” imbuh pria berusia 56 tahun itu.
Eks teknisi di Repsol Honda itu mengatakan, KTM Red Bull saat ini tengah memasuki tahun ketiganya di MotoGP. Adalah hal yang wajar jika tim asal Mattighofen, Austria, itu belum mampu bersaing dengan Ducati, Honda, dan Yamaha, yang sudah puluhan tahun berkiprah di MotoGP.
(Fetra Hariandja)