“Saya yakin itu semua (kritik terhadap Rossi) adalah pidato yang tidak berguna. Jika seorang pembalap tidak mengalami cedera parah dan masih menikmati perasaan, apa dia harus berhenti? Tidak ada alasan. Rossi terus menjaga motivasinya untuk tetap tinggi,” ujar Stoner, seperti yang diwartakan Tuttomotoriweb, Jumat (4/1/2019).
Rossi memang berusia 39 tahun saat ini, tetapi semangat yang ditunjukkan dia di lintasan balap belum tampak memudar. Posisi ketiga di klasemen akhir MotoGP 2018 jadi bukti bahwa taji dia masih ada.
Pada musim depan, Rossi pun diprediksi masih akan berusaha untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP kedelapannya. Segala persiapan pun dilakukan Rossi termasuk meningkatkan performa dari motor Yamaha, YZR-M1. Dengan persiapan yang matang maka bukan tidak mungkin Rossi akan bisa menaklukkan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez (Repsol Honda), di musim depan.
(Andika Pratama)