MONTE CARLO – Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku senang dengan perkembangan yang terjadi pada motor balapnya. Pembalap asal Britania Raya itu menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan tahun lalu, motor balap Honda di musim 2018 telah menjadi lebih cepat.
Kendati begitu, bukan berarti motor balap Honda telah sempurna. Menurut Crutchlow, motor balap timnya masih memiliki sejumlah kekurangan. Salah satunya adalah tidak bisa menggunakan ban bertipe soft di bagian depan. Pasalnya, jika melakukan hal itu, maka akan memiliki risiko besar untuk tergelincir dan terjatuh.
(Baca juga: Marquez Komentari Buruknya Penampilan Yamaha di MotoGP 2018)
Crutchlow mencoba membandingkan motor balap Honda dengan milik Ducati. Disebutnya kalau Desmosedici milik Ducati masih lebih unggul karena mampu tampil apik menggunakan ban bertipe soft. Hal itu pun terbukti, yang mana dalam beberapa seri balapan terakhir, dua pembalap Ducati selalu finis di tiga besar.
“Itu (menggunakan ban bertipe soft) tidak akan berhasil. Berapa kali Anda melihat pembalap Honda jatuh karena ban depan tahun ini? Lebih dari tahun lalu ... Dan lebih sering daripada produsen lain. Motor kami benar-benar semakin kuat. Namun kami masih sering jatuh karena ban depan.,” ujar Crutchlow, menyadur dari Speedweek, Senin (1/10/2018).
“Kami tidak bisa menggunakan ban depan yang lebih lembut. Saya jamin itu 100%. Saya dapat menggunakan ban bertipe medium di belakang untuk beberapa balapan yang tidak berhasil di tahun 2017. Tetapi, jika Anda melihat bagaimana, misalnya, ban belakang yang lembut di Aragon merespons kami pada hari Jumat, mereka berada di dalam ember setelah tujuh atau delapan putaran, maka itu tidak mungkin," lanjut Crutchlow.
(Fetra Hariandja)