“Anda mengerem lebih awal, mencoba untuk mengatasinya, namun jika Anda dibayangi oleh dua atau tiga pembalap, saya tidak memiliki perhitungan untuk dikalkulasikan. Ini seperti saya berada pada batasnya dan ketika saya dibayangi, ini seperti ‘sampai jumpa, sampai bertemu nanti,’” lanjut mantan pembalap Pramac Ducati itu.
“Itulah apa yang sulit. Argentina lebih baik untuk hal itu, namun mencoba mendapatkan set-up motor di jalan yang tepat di sini (Austin) kami harus memberikan sesuatu di bagian pengereman dan saya kira ban depan bertipe hard itu sedikit mempermainkan saya. Itu menunjukkan memiliki potensi, namun saya pikir sebenarnya itu lebih banyak memiliki sisi negatif ketimbang bagusya,” tandas Redding.
Dengan hasil tidak memuaskan di Austin tersebut, kini Redding pun tertahan di posisi ke-19 klasemen pembalap dengan torehan empat poin. Ia terpaut dua angka dari rekan setimnya, Aleix Espargaro, yang bertengger di posisi ke-15.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)