PARIS – Presiden Federasi Internasional Motorcycle (FIM), Vito Ippolito, menjelaskan bahwa race direction dan FIM steward merupakan bagian penting dari proses arbitrase sejak perubahan regulasi pada musim 2016.
Pada musim 2016, FIM Steward mengambil alih otoritas atas penalti dan sanksi yang membutuhkan analisis dengan race direction. Mereka mempertahankan kontrol atas lebih banyak pelanggaran seperti ngebut saat memasuki pitlane atau menyalip ketika bendera kuning sedang dikibarkan.
Namun saat ini, MotoGP membagi kekuasaan dalam olahraga menjadi dua bagian. Pasalnya dengan begitu banyak aturan yang berlaku di MotoGP hal itu akan menyibukkan salah satu pihak dengan sejumlah tanggung jawab besar yang ada di dalamnya.
Di sisi lain FIM harus membagi orang-orangnya untuk mengelola balapan sedemikian rupa, serta menjatuhkan hukuman kepada pembalap yang melanggar aturan sesuai dengan ketetapan olahraga. ini bertujuan agar pihak-pihak yang berwenang semakin fokus atas fungsinya masing-masing.
“Pada tahun-tahun terakhir, kami berpikir bagaimana meningkatkan manajemen di MotoGP selama balapan. Di masa lalu, arah balapan memiliki semua tanggung jawab. Tidak hanya untuk mengelola balapan, tetapi juga untuk menghukum para pembalap,” tegas, Ippolito, sebagaimana dilansir dari laman resmi MotoGP, Rabu (18/4/2018).
“Kami berpikir akan jauh lebih baik untuk memisahkan kedua fungsi ini karena arah balapan sangat menyibukkan. Ada tanggung jawab besar, tetapi manajemen lomba harus memutuskan bagaimana menempatkan grid untuk menunjukkan bendera merah dalam banyak bagian dari balapan. Mereka juga harus mengambil keputusan tentang apakah balapan basah atau kering dan para juri adalah pengurus FIM,” sambungnya.
Baca Juga:
(Zarco Kembali Targetkan Podium di Austin)
“Sekarang kami memisahkan dua fungsi ini karena cara Anda mendekati balapan. Kompetisi ini berbeda karena sekarang Anda adalah hakim. Hakim yang berbeda dari direktur balap,” imbuhnya.