Marquez Bingung atas Ride Through Penalty yang Diterimanya

Andika Pratama, Jurnalis
Senin 09 April 2018 12:11 WIB
Marquez saat mendorong motor jelang balapan MotoGP Argentina 2018 dimulai. (Foto: Fox Sport)
Share :

SANTIAGO DEL ESTERO – Balapan MotoGP seri kedua musim 2018 telah usai digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Senin (9/4/2018) dini hari WIB. Banyak aksi dan kontroversi yang terjadi pada balapan tersebut. Aktor utama yang menjadi sorotan ialah pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez.

Balapan memang ditunda beberapa saat oleh Race Direction. Hal itu melirik pada kondisi Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina yang berubah dari basah ke kering. Race Direction pun memutuskan untuk meminta para pembalap mengganti ban, dari yang sebelumnya ban basah ke ban kering. Para pembalap yang awalnya memakai ban basah pun harus kembali ke pit lane untuk mengganti ban, kecuali pembalap Pramac Ducati, Jack Miller, yang sedari awal telah memakai ban kering.

Sesaat sebelum balapan akan dimulai, Marquez mengalami momen unik yang nantinya akan mengundang kontroversi. Mesin motor Honda RC213V milik The Baby Alien mendadak mati, dan Marquez pun mengambil keputusan untuk mendorong motornya melewati grid ke enam guna menghidupkan mesin motornya kembali.

BACA JUGA: Manajer Repsol Honda Beri Pembelaan atas Aksi Brutal Marquez

Marshal yang melihat hal itu pun meminta Marquez untuk kembali ke pit lane, agar memulai balapan dari tempat tersebut. Akan tetapi, Marquez tidak melakukannya. Atas keputusan Marquez yang tidak kembali ke pit lane di awal balapan, dirinya harus menerima hukuman ride through penalty pada lap ke-6. Pembalap bernomor 93 itu diharuskan masuk ke pit lane selama beberapa saat dan akhirnya harus memulai balapan kembali dari posisi ke-19.

Menanggapi insiden itu, Marquez pun merasa bingung. Karena menurut pembalap muda itu marshal tidak memintanya untuk kembali ke pit lane. Marquez mengaku mengetahui jika mesin motornya mati dan dia harus kembali ke pit lane sebagaimana peraturan yang berlaku. Akan tetapi, karena motor Honda RC213V-nya telah hidup kembali dan merasa tidak diperintahkan kembali ke pit lane. Pembalap Spanyol itu memutuskan kembali ke posisinya di grid ke enam.

“Saya tahu jika motor mati, saya harus kembali ke pit lane. Akan tetapi, motornya menyala dan kemudian marshal datang dan saya bertanya –karena dia terhubung dengan ke race direction- ‘Pit lane atau grid?’” ungkap Marquez, seperti yang diwartkan Crash, Senin (9/4/2018).

BACA JUGA: Rossi Ceritakan Kebrutalan Marquez di MotoGP 2018

“Pada saat itu dia (marshal) tidak tahu apa yang terjadi. Kemudian marshal itu melepaskan tangannya dari motor saya dan saya melihat marshal lain yang membuat gerakan seperti ini [jempol ke atas]. Mereka pun pergi dan saya paham jika saya harus kembali ke grid,” lanjut pembalap tim Repsol Honda tersebut.

“Kemudian kami memulai balapan. Kemudian, dari pit board saya dibertahu jika terkena ‘ride through penalty’. Saya tidak mengerti keputusan itu, karena jika marshal memperbolehkan Anda, kenapa setelah beberapa lap Anda tidak diizinkan dan harus menerima hukuman?” tandas Marquez.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya