Saat itu di tim pabrikan Honda sudah bercokol tiga pembalap. Sebut saja Tadayuki Okada, Sete Gibernau dan Alex Criville. Jelas sulit menyingkirkan ketiga nama di atas, mengingat mereka sudah punya nama besar di kancah balap motor internasional. Karena itulah, Honda yang takut Rossi dicomot tim lain langsung diberikan tempat di tim satelit.
Seperti yang sudah diutarakan di atas, meski memiliki embel-embel tim satelit, kualitas motor Rossi setara dengan kuda besi tim pabrikan. Hal itu berbeda dengan motor tim satelit dan pabrikan saat ini. Meski secara sasis dan mesin sama, setting-an rem dan lain-lain terdapat perbedaan. Meski begitu, performa Rossi tetap layak diapreasi.
BACA JUGA: Rossi Komentari Buruknya Performa Yamaha di MotoGP 2017
Sebab dengan usianya yang saat itu baru menginjak 21 tahun, Rossi mampu mengalahkan pembalap-pembalap ternama yang sudah makan asam garam di MotoGP, semisal Biagi, Criville, Loris Capirossi hingga Carlos Checa.
Semenjak naik ke kelas 500cc/MotoGP pada 2000, Rossi sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia. Jika digabung pencapaian di semua kelas, Rossi total telah mengemas sembilan gelar juara dunia.
(Ramdani Bur)