BAGI seorang pembalap profesional memang dituntut untuk siap tampil di mana pun balapan berlangsung, tak terkecuali pada lintasan-lintasan yang disebut-sebut selalu memberikan kesulitan. Begitu pun para pembalap MotoGP.
Dalam ajang balap motor paling bergenggsi di dunia ini terdapat 18 balapan di setiap musimnya, dan secara teknis keseluruhan balapan memang takkan pernah berjalan mudah. Akan tetapi bagi beberapa pembalap menganggap sejumlah seri sangat sulit untuk mereka lewati dengan beragam alasan.
Mulai dari karakter sirkuit yang tidak cocok dengan kondisi motor, hingga cuaca ekstrem menjadi tingkatan kesulitan bagi sejumlah pembalap. Setidaknya ada lima sirkuit yang tersulit bagi pembalap MotoGP.
Berikut lima sirkuit tersulit bagi pembalap MotoGP, seperti dikutip dari AllSportNews, Kamis (16/11/2017):
5. Circuit of the Americas (MotoGP Amerika Serikat)
Berbicara mengenai balapan di Circuit of the Americas, seri ini memang termasuk salah satu seri yang paling menghibur para pecinta MotoGP. Pasalnya selain kerap terjadi persaingan-persaingan sengit antar pembalap, sirkuit ini juga memiliki karakter yang sangat menantang.
Bagaimana tidak dalam lintasan yang memiliki panjang 5.515 km tersebut memiliki 20 tikungan yang kerap membuat para pembalap kehilangan keseimbangan, dan akhirnya mengalami crash. Selain itu, cuaca labil yang kerap menghiasi langit Austin menjadi masalah tersendiri untuk para pembalap.
4. Sirkuit Mugello (MotoGP Italia)
Sama halnya dengan Circuit of the Americas, karakter Sirkuit Mugello memang menjadi kendala tersendiri bagi para pembalap. Pasalnya MotoGP Italia disebut-sebut banyak pembalap sebagai seri yang paling melelahkan untuk mereka.
Tidak hanya itu, kemampuan pembalap dalam mengendarai motor mereka masing-masing juga teruji di sirkuit dengan panjang 5.245 kilometer tersebut. Namun bagi para penonton, seri Italia justru menjadi balapan yang dinanti-nanti setiap musimnya lantaran selalu menghadirkan drama serta pertarungan seru antar pembalap.
3. Sirkuit Brno (MotoGP Republik Ceko)
Masuknya Sirkuit Brno sebagai salah satu seri tersulit bagi pembalap MotoGP memang cukup mengherankan. Pasalnya MotoGP Brno memang nyaris menjadi balapan yang paling sedikit memakan ‘korban’ di setiap tahunnya.
Akan tetapi menurut pengakuan sejumlah pembalap MotoGP, Sirkuit Brno masuk dalam kategori mereka sebagai lintasan yang paling sulit. Pasalnya Sirkuit Brno sendiri memang dibangun pada bukit alami, yang mana membuat lintasan memiliki sejumlah tanjakan dan turunan sangat menguras konsenterasi para pembalap MotoGP.
2 Sirkuit Philip Island (MotoGP Australia)
Hal yang menjadi tantangan para pembalap setiap kali beraksi di Sirkuit Philip Island adalah kencangnya angin di sekitaran lintasan. Hal tersebut bisa dibilang maklum terjadi, lantaran letak Sirkuit Philip Island tepat berada paling selatan wilayah Australia, yang langsung menghadap Samudera Pasifik.
Tidak hanya itu, masalah cuaca yang kerap berubah-ubah juga menjadi masalah tersendiri bagi para pembalap MotoGP yang tampil di Sirkuit Philip Island. Dan satu lagi, yaitu banyaknya keberadaan burung camar di sekitaran sirkuit. Ya, burung camar. Anda tentu masih ingat insiden Andrea Iannone yang hampir kehilangan kendali pada motornya lantaran menabrak burung camar di MotoGP 2015, kan?
1. Sirkuit Sepang (MotoGP Malaysia)
Sebagai pecinta MotoGP asal Indonesia, sudah sewajarnya kita mengiri dengan Malaysia yang mampu menggelar dua ajang balap paling bergenggsi, yakni MotoGP dan Formula One (F1) –meski tahun depan GP Malaysia sudah tak masuk kalender F1.
Pasalnya bukan hanya sekadar seri dalam satu musim kejuaraan dunia MotoGP, Sirkuit Sepang disebut-sebut banyak pembalap sebagai lintasan yang paling menyulitkan mereka. Selain digelarnya balapan jelang musim berakhir, Sirkuit Sepang juga memiliki karakter yang kerap membuat para pembalap stress.
Pasalnya, karakter Sirkuit Sepang dinilai sebagai lintasan yang paling cepat membuat kondisi ban tak stabil. Selain itu, sama halnya dengan sebagian besar balapan di Asia, yang mana kondisi lintasan yang kerap berubah pada akhir pekan menjadi masalah tersendiri bagi para pembalap untuk menemukan set-up pada motornya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)