Ducati Tetap Puas dengan Hasil Tes di Sepang

Auzan Julikar Sutedjo, Jurnalis
Senin 06 Februari 2012 00:21 WIB
Performa Valentino Rossi bersama GP 12 selama tes di Sepang pekan lalu tetap memuaskan Ducati/Getty Images
Share :

BOLOGNA – Tim Ducati Racing mengaku tetap puas dengan performa GP 12 pascates di Sepang sekalipun pembalapnya Valentino Rossi tercecer cukup jauh dari pembalap tercepat asal Repsol Honda Casey Stoner.
 
Hal ini dikemukakan langsung oleh Kepala Teknik Ducati Filippo Preziosi. Alasan Preziosi tetap puas dengan hasil tes di Sepang adalah adanya peningkatan yang dialami Rossi di area-area yang membuat dia kesulitan di musim 2011 silam. Mereka semakin mendekati perolehan waktu Yamaha.
 
Di hari pertama tes pada Selasa (31/2/2012) lalu, Rossi berada di urutan kelima dan tertinggal 0,7 detik dari pembalap Yamaha Factory Racing Jorge Lorenzo yang mencatat waktu tercepat.
 
Di hari kedua, Rabu (1/2/2012), Rossi tercecer di peringkat ketujuh dan tertinggal 0,9 detik dari Stoner yang langsung mencatat waktu tercepat. Padahal, Stoner absen di hari pertama akibat nyeri punggung.
 
Di hari terakhir tes, Kamis (2/2/2012), Rossi naik ke posisi kelima tapi tertinggal semakin jauh dari Stoner yang lagi-lagi mencatat waktu tercepat. The Doctor tertinggal hingga 1,2 detik.
 
“Anda bisa melakukan simulasi sebanyak yang Anda mampu tapi sensasi yang dirasakan pembalap, koneksi yang dia rasakan dengan motornya, tetaplah tak bisa dinilai,” kata Preziosi seperti dikutip dari Autosport, Senin (6/2/2012).
 
“Saya sempat takut dengan ide untuk mengatasi masalah tersebut, berdasarkan data komputer dan penilaian pembalap, adalah salah. Kami masih tercecer cukup jauh dari Stoner tapi jika kami melihat kepada Yamaha, maka kami semakin dekat,” sebut Preziosi.
 
“Masalahnya adalah bagaimana memungkinkan pembalap, terutama Rossi, merasakan bagian depan motornya, berkaitan kontak dengan permukaan dan masuk tikungan. Misi itu telah tercapai,” tandas Preziosi.
 
“Kenapa kami tak melakukan itu sebelumnya? Itulah balapan. Honda juga pada 2009 lalu masih belum memiliki motor yang membawa mereka mendominasi musim 2011. Anda coba menyelesaikan problem saat itu hadir, bukan revolusi, melainkan evolusi,” tutup Preziosi.

(Auzan Julikar Sutedjo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya