Demi Lorenzo, Yamaha Terapkan Team Order

Foto: Bos tim Yamaha, Lin Jarvis/Ist

Foto: Bos tim Yamaha, Lin Jarvis/Ist

GERNO DI LESMO - Yamaha Racing masih terus berupaya menjaga peluang Jorge Lorenzo untuk bisa mempertahankan mahkota juaranya. Untuk itu, pihak Yamaha menyatakan siap menerapkan strategi yang biasa diterapkan di Formula One (F1), {team order.}

Peluang Lorenzo untuk mempertahankan gelar juaranya musim ini memang bisa dibilang sangat tipis, menyusul selisih 44 poin yang membedakannya dengan sang pemuncak klasemen Casey Stoner di kubu Repsol Honda. Dengan empat sisa balapan musim ini dan ada 100 poin maksimal tersisa, secara matematis Lorenzo masih punya peluang mempertahankan gelar, meski itu sulit mengingat konsistensi Stoner sepanjang musim ini.

Namun, Yamaha tidak kehabisan akal untuk bisa membantu pembalap andalannya tersebut mempertahankan mahkota juara. Bos tim Yamaha, Lin Jarvis pun menyatakan pihaknya akan menerapkan {team order,} dengan meminta Ben Spies untuk membantu Lorenzo meraih hasil maksimal di empat balapan tersisa.

“Masih ada beberapa balapan tersisa dan kami tidak merasa peluang kami hanya dipisahkan enam angka di dua balapan tersisa. Kami harus melihat bagaimana jalannya setiap seri, dan saya berharap di dua seri tersisa, secara matematis kami masih bisa bertarung memperebutkan gelar juara,” tutur Jarvis sebagaimana dikutip MCN, Kamis (22/9/2011).

“Ben dan Jorge, keduanya adalah pembalap tim. Jadi, saya pikir hubungan keduanya sejauh ini sangat baik, tidak seperti (pembalap) terdahulu (Rossi),” sambungnya.

“Apa yang terpenting untuk tim saat ini adalah kemenangan dan kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk pembalap kami. Jika, secara matematis salah seorang pembalap (kami) sudah tidak punya peluang, maka dia harus membantu rekan setimnya yang masih berpeluang. Saya pikir, cukup beralasan jika mereka saling bantu,” imbuh Jarvis seraya menyebut timnya akan menerapkan team order di empat seri tersisa.

Spies diketahui sudah tidak punya peluang untuk bertarung memperebutkan gelar juara, menyusul selisih poinnya dengan Stoner yang telah lebih dari 100 poin. Dengan kondisi ini, maka pembalap Amerika Serikat ini hanya akan bertugas membantu Lorenzo mengalahkan Stoner di setiap seri, mulai dari Jepang, Australia, Malaysia dan seri penutup di Valencia.

(acf)