DUNIA pacuan kuda mulai membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan perempuan. Tak hanya sebagai joki, perempuan juga memiliki peluang berperan dalam berbagai lini ekosistem olahraga tersebut.
Hal itu menjadi perhatian SARGA.co atau PT Kuda Pacu Indonesia yang berupaya melakukan transformasi ekosistem pacuan kuda sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih modern. Atas upaya tersebut, SARGA.co menerima The Sraya Recognition kategori Social Impact dalam rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026, Jumat 11 September.

Head of Corporate Communication SARGA.co, Esther D Ginting, mengatakan pacuan kuda memiliki potensi besar untuk menjadi olahraga yang lebih inklusif. Menurutnya, kesempatan perempuan untuk terlibat sebenarnya sudah terbuka di lintasan.
"Pacuan kuda itu mungkin bisa dibilang olahraga, mungkin satu-satunya olahraga yang inklusivitas perempuan itu sangat besar di situ," ujar Esther dalam keterangannya.
Dia menjelaskan, tidak terdapat pemisahan kelas berdasarkan gender dalam pacuan kuda. Joki perempuan dan laki-laki dapat berkompetisi di lintasan yang sama, begitu pula kuda jantan dan betina.
"Joki perempuan dan joki laki-laki itu nggak dipisahin kelasnya. Mereka itu bertanding dalam satu lintasan, dalam satu kelas," katanya.
Meski demikian, menurutnya masih ada persepsi pacuan kuda merupakan olahraga yang identik dengan laki-laki. Padahal, perempuan memiliki banyak peluang untuk mengambil peran di dalamnya.
Keterlibatan tersebut tidak terbatas sebagai atlet atau joki. Perempuan juga dapat berkarier sebagai stable owner, pelatih, dokter hewan, pemilik kuda hingga terlibat dalam manajemen dan penyelenggaraan event.