Toprak juga menambahkan bahwa menjaga kondisi mental jauh lebih krusial dibanding sekadar aspek fisik demi bisa menghadapi tekanan luar biasa di kelas premier Grand Prix. Tekanan yang ia terima nyatanya turut mempengaruhi penampilannya di lintasan balap.
“Saya mencoba untuk tetap kuat, tetapi terkadang tidak mudah juga untuk memahami situasinya. Ini adalah tahun pembelajaran, tetapi terkadang Anda melupakan ini," tambahnya.
Meskipun hasil Toprak di atas lintasan belum sesuai harapan, kru mekanik andalnya, Alberto Giribuola, tetap memuji gaya balap rider asal Turki tersebut. Toprak dinilai terkadang memunculkan magis tersendiri di atas motor.
Di tengah masa-masa sulitnya beradaptasi, Toprak justru diproyeksikan menjadi pilar penting Yamaha pada musim 2027 mendatang karena statusnya sebagai pembalap paling berpengalaman di dalam garasi pabrikan garpu tala tersebut.
Menanggapi segala sorotan dan ekspektasi besar yang mengarah kepadanya, pembalap berusia matang ini menegaskan bahwa popularitas tidak akan pernah mengubah kepribadian sederhananya di luar arena balap.
“Karakter saya tidak pernah berubah. Saya tidak akan pernah menjadi superstar - saya tidak menyukai ini. Di luar trek, saya adalah Toprak yang normal. Ini tidak akan pernah berubah," pungkas Toprak.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.