KISAH atlet cantik Vidya Rafika yang rela menunda kuliah demi menorehkan sejarah menembak Indonesia menarik untuk dibahas. Ya, menjadi seorang atlet profesional di level tertinggi menuntut pengorbanan yang tidak sedikit.
Hal inilah yang dirasakan betul oleh Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Demi mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia, atlet menembak putri andalan Tanah Air ini bahkan harus rela menunda impiannya untuk mencicipi bangku perkuliahan.
Gadis kelahiran 27 Mei 2001 tersebut mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2019 hingga 2020, dirinya belum bisa mendaftarkan diri ke universitas. Seluruh waktu dan fokusnya tersita demi menjalani latihan super ketat dan persiapan matang dalam menatap ajang olahraga paling bergengsi, Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021 silam.
Pengorbanan besar dara cantik berusia 25 tahun itu langsung dibayar tuntas lewat prestasi yang sangat membanggakan. Pada debutnya di pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2019 yang merupakan edisi ke-30, Vidya langsung menggebrak dengan menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia.
Kedua medali emas tersebut Vidya dulang dari nomor Air Rifle 10 meter perorangan putri dan nomor Air Rifle 10 meter ganda campuran, di mana ia bahu-membahu bersama rekannya, Fathur Gustafian. Rasa suka cita dan syukur mendalam pun tak henti-hentinya ia sampaikan atas capaian gemilang di awal kiprah internasionalnya ini.
Berbicara mengenai perjalanannya, Vidya secara terbuka membagikan sisi suka dan duka sebagai seorang atlet. Di balik peluh keringat saat latihan, ia tidak menampik adanya berkah tersendiri yang ia terima.
Sisi menyenangkannya, Vidya sukses mengantongi bonus besar berkat prestasinya. Selain itu, popularitasnya di media sosial juga melonjak drastis, di mana akun Instagram pribadinya, @vdyarfka__, kini telah diikuti oleh kurang lebih 13.800 pengikut.
Kerja keras tanpa henti dan keputusannya menunda kuliah akhirnya membuahkan hasil yang sangat bersejarah. Vidya berhasil melenggang dan tampil untuk pertama kalinya di ajang Olimpiade Tokyo 2020.
Penembak nasional ini tercatat turun di dua nomor bergengsi sekaligus, yaitu 10m Senapan Angin dan 50m Senapan Angin tiga posisi. Meskipun langkahnya di Tokyo harus terhenti di babak kualifikasi dan belum berhasil membawa pulang medali, pengalaman bertanding di level dunia tersebut menjadi modal yang sangat berharga.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.