"Teman-teman, orang ini telah melihat neraka, melewati semua yang ada untuk dibakar dan berhasil terbang ke surge (pernah terpuruk hingga bangkit dan sukses lagi)," ujar Pernat.
Performa Marquez memang belum sepenuhnya stabil setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025. Pada musim ini, rider asal Spanyol itu juga masih kesulitan kembali ke level terbaiknya.
Situasi semakin berat setelah Marquez mengalami insiden pada sprint race MotoGP Prancis 2026. Kecelakaan tersebut membuatnya mengalami patah tulang metatarsal di kaki kanan dan harus absen dalam beberapa seri balapan.
Pernat menilai klausul tanpa penalti itu menjadi bentuk antisipasi Marquez terhadap kondisi masa depannya. Meski masih dianggap sebagai salah satu pembalap terbaik, Marquez disebut tidak ingin memaksakan diri jika sudah tidak mampu bersaing di level tertinggi.
"Dalam kontrak dua tahunnya dengan Ducati, dia tampaknya secara khusus meminta agar tidak ada penalti jika dia memutuskan untuk berhenti. Dia akan ingin mencoba karena dia tahu bahwa dengan peraturan baru, pembalap akan lebih diperhitungkan, dan dia masih yang terkuat dari semuanya," tutur Pernat.
"Tetapi jika dia menyadari bahwa dia tidak bisa berjuang untuk menang, saya pikir dia akan mengatakan cukup. Jika dia terus seperti ini, dia mungkin akan sangat kesal sehingga dia akan lelah, bahkan sebelum dia mencoba. Bahkan pada hari Minggu, melihat saudaramu menabrak tembok seperti itu pasti membuatmu berpikir lebih dalam," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.