“Dia akan mengancurkan lima motor tapi di hari Minggu bisa memenangi balapan atau finis di podium. Jadi, yang bisa saya katakan soal apa yang saya pelajari dari dia adalah, pendekatan yang berbeda jelang pekan balapan,” tukas Pedrosa.

Lelaki berusia 40 tahun itu menyebut, Marquez juga tidak selalu melaju dengan sembrono. Bila mengalami kecelakaan, sang juara dunia tujuh kali akan coba meredam dirinya sendiri, baru tancap gas lagi.
"Dia mengerahkan seluruh kemampuannya, dan ketika berlebihan, dia akan sedikit mengurangi intensitasnya jika perlu, untuk kembali ke performa terbaiknya. Namun, pendekatannya selalu memberikan 100%, atau bahkan sedikit lebih," puji Pedrosa.
Kendati di luar nalar, cara Marquez itu terbukti jitu dengan menghasilkan tujuh gelar juara dunia di kelas MotoGP sejak promosi pada 2013. Bahkan, ia tidak pernah kalah dari rekan setimnya meski bertandem dengan Pedrosa, Jorge Lorenzo, Alex Marquez, Pol Espargaro, Joan Mir, hingga Francesco Bagnaia.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.