Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Viktor Axelsen, Peraih 2 Medali Emas Olimpiade Berturut-turut yang Sempat Takut Cicipi Makanan Indonesia

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |13:56 WIB
Kisah Viktor Axelsen, Peraih 2 Medali Emas Olimpiade Berturut-turut yang Sempat Takut Cicipi Makanan Indonesia
Viktor Axelsen umumkan gantung raket. (Foto: Instagram/viktoraxelsen)
A
A
A

KISAH Viktor Axelsen, sang peraih 2 medali emas Olimpiade berturut-turut yang sempat takut cicipi makanan Indonesia menarik untuk dibahas. Ya, tunggal putra Denmark yang baru memutuskan pensiun tersebut ternyata sempat merasakan takut menyantap makanan Indonesia saat ada turnamen bulu tangkis di Jakarta.

Ya, Viktor Axelsen resmi menggantung raket di usia 32 tahun. Di balik deretan prestasi emasnya yang fenomenal, terselip kisah unik mengenai kedisiplinan ekstremnya, termasuk sikap sangat berhati-hati terhadap kuliner lokal saat bertandang ke Indonesia.

1. Trauma Kuliner Lokal

Sebagai atlet elit, Axelsen dikenal sangat protektif terhadap kondisi fisiknya. Pada awal 2020, ia sempat mengutarakan keengganannya untuk sembarangan mencicipi makanan khas Indonesia demi menjaga performa di lapangan.

Bagi Axelsen, sedikit saja gangguan pencernaan bisa menjadi bencana dalam turnamen besar seperti Indonesia Open atau Indonesia Masters.

“Saya tidak berencana untuk mencoba makanan Indonesia. Ketika saya bermain di suatu turnamen, saya harus berhati-hati soal makanan. Saya tak ingin coba-coba," tegas Axelsen kala itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, pertahanannya runtuh oleh aroma menggoda kuliner Nusantara. Pada Juni 2024, peraih dua medali emas Olimpiade ini akhirnya mengaku pernah mencicipi nasi goreng dan lontong pecel.

viktor axelsen juara indonesia open 2023 foto pbsi
viktor axelsen juara indonesia open 2023 foto pbsi

"Saya sebenarnya tidak terlalu banyak mencoba makanan lokal di sini karena ketika kompetisi saya selalu tidak punya kesempatan untuk mencobanya," ucap Axelsen dalam wawancara eksklusif bersama MNC Media Group pada 2024 silam.

"Tapi, ada nasi goreng, saya suka memakannya saat ke sini. Lalu ada (rice cake) lontong, saya suka dengan saus kacangnya, tapi itu sedikit pedas," tambahnya.

Menurut Axelsen, kesempatan mencicipi makanan lokal selalu terbatas karena jadwal kompetisi yang sangat padat.

 

2. Akhir Perjalanan sang Legenda

Kini, kisah perjalanan Axelsen di atas lapangan hijau harus berakhir. Pada April 2026, atlet bertinggi badan 1,94 meter ini mengumumkan pensiun, tepat setahun setelah ia menjalani operasi punggung pada April 2025.

Bukan karena kehilangan motivasi, melainkan karena fisiknya yang tak lagi mampu dipacu untuk berlatih dan bertanding di level tertinggi. Keputusan ini menjadi titik akhir dari era dominasi Big Alien yang pernah memuncaki peringkat satu dunia selama lebih dari 100 minggu berturut-turut.

viktor axelsen foto aldhi chandra
viktor axelsen foto aldhi chandra

Axelsen pergi dengan warisan luar biasa: dua emas Olimpiade (Tokyo 2020 dan Paris 2024), satu perunggu Rio 2016, serta dua gelar Juara Dunia.

"Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Karena masalah punggung yang terus berulang, saya tidak lagi mampu bertanding dan berlatih di level tertinggi," ujar Axelsen melalui laman resmi BWF.

"Apa yang membuat perpisahan ini paling sulit bukanlah kompetisinya, melainkan segala hal di sekitarnya. Saya telah mencapai semua yang pernah saya impikan, bahkan lebih," tutup sang legenda.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement