PEMBALAP Tim Red Bull KTM, Pedro Acosta, secara terbuka mengakui performa impresif Aprilia dan Ducati telah menjadi ancaman nyata yang membayangi persaingan gelar MotoGP 2026. Meski menyadari adanya tembok besar yang dibangun kedua pabrikan tersebut, pembalap muda berbakat ini tetap memelihara optimisme bahwa timnya memiliki amunisi yang cukup untuk merusak dominasi mereka.
Hingga tuntasnya seri ketiga, Aprilia sukses mematenkan posisi di papan atas klasemen melalui Marco Bezzecchi yang bertakhta di puncak, dibuntuti oleh Jorge Martin di peringkat kedua. Pedro Acosta sendiri membayangi di posisi ketiga, sementara peringkat keempat dihuni Fabio Di Giannantonio (VR46), dan posisi kelima ditempati oleh andalan Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Pedro Acosta mencermati bahwa keberhasilan Aprilia dan Ducati menciptakan motor yang kompetitif telah memberikan tekanan luar biasa bagi pembalap dari tim pabrikan lain. Kondisi ini membuat tensi musim 2026 semakin panas, di mana ambisi setiap pembalap adalah memutus rantai kemenangan yang saat ini digenggam oleh para penunggang motor asal Italia tersebut.
"Sulit untuk melakukan kesalahan pada tahap di mana Anda mencoba untuk mengimbangi para pembalap Aprilia. Ducati masih sangat kompetitif dengan kedua pembalapnya," kata Pedro Acosta dilansir dari Motosan, Kamis (16/4/2026).
Pembalap asal Spanyol ini menegaskan komitmennya untuk tampil konsisten dan memberikan perlawanan maksimal di setiap seri yang dijalani. Walaupun demikian, ia tidak menampik fakta di lapangan bahwa menandingi kecepatan dan stabilitas motor Aprilia maupun Ducati adalah tantangan yang sangat berat saat ini.
"Waktu akan menjawabnya. Saat ini, setiap balapan adalah misteri. Di luar Eropa, motor kami berkinerja cukup baik; kami kurang lebih mampu mengimbangi Aprilia dan Ducati," sambung Acosta.
Sebagai informasi tambahan, genderang perang seri keempat MotoGP akan segera ditabuh di Sirkuit Jerez, Spanyol. Rangkaian balapan di lintasan ikonik tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24 hingga 26 April 2026 mendatang.