Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Hidup Sederhana Marc Marquez, Tak Senang Foya-Foya meski Gelimang Harta dan Prestasi

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |00:01 WIB
Kisah Hidup Sederhana Marc Marquez, Tak Senang Foya-Foya meski Gelimang Harta dan Prestasi
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
A
A
A

KISAH hidup sederhana Marc Marquez, yang tak senang berfoya-foya meski bergelimang harta dan prestasu menarik untuk dibahas. Ya, di balik aksi nekatnya di lintasan balap MotoGP, Marc Marquez adalah sosok yang memegang teguh nilai-nilai tradisional dalam mengelola kehidupan dan kekayaannya.

Saat Marquez memutuskan hengkang dari kontrak mahal di Honda menuju Gresini Ducati pada 2024 tanpa menerima gaji, banyak yang terheran-heran. Namun, bagi Marquez, kebahagiaan sejati dan kepuasan batin dari membalap jauh lebih berharga daripada angka di rekening bank.

1. Didikan Mental

Filosofi hidup Marquez tidak tumbuh secara instan. Sejak mengawali karier di dunia balap, ia telah dididik secara mental untuk selalu mengejar kualitas mesin dibandingkan nilai kontrak.

Bagi rider berjuluk The Baby Alien tersebut, uang hanyalah bonus dari prestasi yang diraih melalui kendaraan terbaik.

"Itulah cara saya dididik; saya sangat beruntung. Mereka melatih saya secara mental, dan sekarang saya mengerti," ungkap Marquez, melansir dari Crash, Sabtu (11/4/2026).

Marc Marquez
Marc Marquez

Kekuatan mental ini pula yang membuatnya tetap tenang saat menghadapi realitas finansial yang keras. Misalnya, saat ia menerima bonus satu juta euro pertamanya setelah menjuarai musim debut 2013, ia tidak lantas berpesta pora.

Setelah dipotong pajak Spanyol sebesar 50 persen dan komisi manajer, sisanya justru ia gunakan untuk membeli motor latihan. Ia lebih memilih menginvestasikan uangnya kembali ke hobi yang menjadi profesinya daripada sekadar gaya hidup.

 

2. Gaya Hidup

Meski memiliki aset besar, termasuk rumah megah seluas 1.300 meter persegi di Madrid senilai 10 juta euro, Marquez tetap menjaga kakinya tetap menginjak bumi. Salah satu sisi menarik dari kehidupannya adalah status hukum finansialnya.

Alih-alih berlindung di bawah nama perusahaan besar untuk menekan pajak, Marquez bangga dengan statusnya sebagai wiraswasta (self-employed) yang taat hukum di negaranya sendiri. Keputusannya untuk tetap menjadi penduduk pajak Spanyol adalah bentuk komitmen pribadinya, meski sempat mendapat tekanan publik di awal kariernya.

Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

Marquez ingin hidup dengan tenang tanpa bayang-bayang masalah hukum atau utang. Bagi Marquez, privasi dan ketenangan pikiran jauh lebih penting daripada pamer kemewahan di media sosial.

"Saya tidak berubah. Banyak orang yang mulai kaya lalu gaya hidupnya langsung bergeser. Saya tetap bisa bersenang-senang dengan teman-teman di mana saja tanpa perlu berpose (pamer),” sambung Marc Marquez.

Kini, dengan rencana perpanjangan kontrak hingga 2028 bersama Ducati, Marquez membuktikan bahwa kesederhanaan dan fokus pada tujuan utama adalah kunci keberlanjutan kariernya.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement