BURIRAM – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, menunjukkan solidaritasnya dengan memberikan suntikan semangat kepada Toprak Razgatlioglu. Pembalap berjuluk El Diablo itu mengaku prihatin melihat transisi sulit yang dialami Razgatlioglu sepanjang tes pramusim MotoGP 2026 yang berlangsung di Thailand.
Toprak Razgatlioglu hadir sebagai wajah baru yang paling dinanti di grid MotoGP musim ini setelah memutuskan meninggalkan World Superbike (WSBK). Pembalap asal Turki yang mengoleksi tiga gelar juara dunia WSBK tersebut kini memulai petualangan barunya di kelas para raja bersama tim satelit Yamaha, Prima Pramac Racing.
Meski menyandang status legenda di WSBK berkat penampilan impresifnya, Razgatlioglu tampak sangat kesulitan menaklukkan karakteristik motor prototipe MotoGP. Pada uji coba di Sirkuit Internasional Buriram, ia terlempar ke peringkat ke-21.
Masalah utama yang dikeluhkan Toprak adalah perbedaan mencolok pada profil ban depan, mengingat ia harus berpindah dari merek Pirelli ke Michelin.
Melihat kondisi rekan setim di bawah naungan pabrikan Iwata tersebut, Quartararo merasa perlu turun tangan memberikan dukungan. Sebagai pembalap yang pernah membawa Yamaha juara dunia pada 2021, ia menilai rasa frustrasi yang dialami Razgatlioglu merupakan proses yang sangat manusiawi bagi seorang pendatang baru.
"Secara mental, ini sulit baginya (Razgatlioglu), karena dia selalu berada di tiga besar di Superbike, dan saya melihat dia benar-benar putus asa, bisa dibilang begitu," kata Quartararo dikutip dari Crash, Rabu (25/2/2026).
“Dia datang di saat Yamaha berada di momen tersulit, (dan) di tahun pertamanya dia (juga) mengganti produsen ban. Tapi (saya) hanya memberitahunya bahwa wajar berada dalam posisi ini ketika kita baru tiba, dan kita semua ada di sini," tambahnya.
Quartararo menekankan bahwa kunci utama bagi Razgatlioglu saat ini adalah kesabaran untuk memahami limitasi motor di kategori yang berbeda total. Pembalap asal Prancis itu juga merefleksikan pengalamannya sendiri saat menjalani debut di Malaysia, di mana ia merasa bantuan kata-kata sederhana dari sesama pembalap sangatlah krusial.
“Dia hanya perlu meluangkan waktu untuk merasa lebih cepat dan lebih nyaman di atas motor. Saya berharap saya memiliki (saran) itu ketika saya kesulitan dalam tes (MotoGP) pertama saya di Malaysia," sambung Quartararo.
"Saya menginginkan yang terbaik untuknya, dan kupikir kata-kata sederhana mungkin bisa membantu, dan saya pikir itu positif untuknya," tambahnya.
Merespons dukungan tersebut, Razgatlioglu mengakui dirinya memang masih dalam tahap pencarian feeling yang tepat. Fokus utamanya kini adalah menjinakkan ban depan agar ia bisa kembali ke performa kompetitif seperti saat mendominasi ajang Superbike.
"Ketika saya pindah ke MotoGP, saya mengerti bahwa ban dan motornya benar-benar berbeda. Saya perlu beradaptasi dengan ini. Tapi tetap saja, saya belum benar-benar beradaptasi. Terutama dengan ban depan," imbuh Razgatlioglu.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.