DUNIA bulu tangkis Indonesia tidak hanya melahirkan juara di atas podium, tetapi juga sosok-sosok yang menemukan kedamaian di luar garis lapangan. Salah satunya adalah Rian Agung Saputro.
Mantan tandem Mohammad Ahsan ini kini dikenal bukan sekadar karena smes tajamnya, melainkan karena perjalanan spiritualnya yang mendalam. Di tengah hiruk-pikuk kompetisi profesional, Rian memilih jalan hijrah yang menjadikannya oase inspirasi bagi para penggemar setianya.
Nama Rian Agung Saputro mencuat tajam saat ia dipercaya menjadi pendamping Mohammad Ahsan pada medio 2017. Meski kerja sama mereka tergolong singkat, duet ini berhasil mengukir prestasi yang sulit dilupakan.
Mereka sukses merajai China International Challenge dan puncaknya, merengkuh medali perak di ajang bergengsi Kejuaraan Dunia 2017. Prestasi tersebut membuktikan bahwa Rian adalah salah satu pebulu tangkis kelas dunia yang pernah dimiliki Indonesia.
Memasuki tahun 2025, peta persaingan bulu tangkis telah berubah. Sementara rekan duet lamanya, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, telah memutuskan untuk gantung raket (pensiun), Rian justru memilih untuk terus mengayunkan raket.
Sepanjang musim 2025, ia tercatat masih aktif bertanding dengan pasangan yang berbeda-beda, mulai dari berduet dengan Emanuel Randhy di Indonesia Masters hingga tampil bersama Gabriel Christopher di Canada Open. Semangat bertandingnya menunjukkan bahwa kecintaan Rian pada olahraga ini belum pudar, meski kini ia membawa motivasi yang berbeda.