Quartararo bahkan mengakui kecepatan para pesaing terlihat sangat impresif sejak hari pertama tes. Sementara tim lain langsung menemukan ritme, Yamaha justru masih berjuang mencari keseimbangan terbaik.
Ketertinggalan itu juga tercermin dari hasil Alex Rins yang finis di posisi ke-14 pada hari terakhir. Data sektor memperlihatkan Quartararo cukup kompetitif di awal lintasan, tetapi kehilangan banyak waktu pada tiga sektor berikutnya.
"Jadi kami tahu di mana posisi kami, kami tahu bahwa kami sangat jauh, tetapi kami harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan," imbuh Quartararo.
Kini, pekerjaan besar menanti sebelum tes berikutnya di Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari mendatang. Publik pun menanti apakah pabrikan berlogo garpu tala mampu memangkas jarak yang disebut 'super jauh' itu, atau justru semakin terjebak di papan tengah MotoGP 2026.
(Rivan Nasri Rachman)