
Sayangnya, keberhasilan Arbi tidak diikuti Adenanta. Berpeluang mengunci gelar juara di kelas Supersport 600 (SS600), pembalap kelahiran Ngawi itu mengalami nasib sial.
Perjuangan keras Adenanta, yang start dari posisi 7, untuk memenangi balapan patut diacungi jempol. Setelah bekerja keras sepanjang 11 lap, ia mencuri posisi terdepan di putaran terakhir!
Nahas, Adenanta terjatuh di tikungan 6. Ia pun harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Kasma Daniel Kasmayudin. Sang pembalap pun memohon maaf atas kegagalannya.
"Balapan yang sangat dramatis dan emosional untuk saya. Pertarungan berjalan sangat ketat, beberapa kali saya harus mengalami tekanan yang tidak saya perkirakan. Tapi saya tetap fokus untuk terus memperbaiki posisi," terang Adenanta.
"Sampai kemudian di lap terakhir saya bisa memimpin balapan, namun saya terjatuh dan harus kehilangan gelar juara yang sudah di depan mata. Begitulah balap. Semua hal bisa terjadi. Mohon maaf untuk semua pecinta balap Indonesia karena belim berhasil membawa gelar juara SS600 ke tanah air," tutupnya.
Sedangkan, di kelas Asia Superbike 1000 (ASB1000), Andi Farid Izdihar harus puas finis di posisi 6. Hasil itu sekaligus menutup perjalanan pembalap yang akrab dipanggil Gilang tersebut dengan AHRT.
Walau gagal mengawinkan gelar, AHRT sukses mempertahankan prestasi di kelas AP250. Mereka meneruskan catatan positif dengan 3 kali juara secara beruntun sejak 2023 lewat Rheza Danica Ahrens, 2024 lewat Herjun Atna Firdaus, dan 2025 lewat Fadillah Arbi Aditama.
(Djanti Virantika)