
Sebelum meraih gelar juara, Raymond/Joaquin berhasil menumbangkan sejumlah ganda putra top dunia. Di antaranya ada Man Wei Chong/Kai Wun Tee, dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang merupakan dua ganda putra top Malaysia.
Raymond/Joaquin mengakui tampil tanpa beban menjadi modal ketika berhadapan dengan mereka. Keduanya tak mempunyai strategi khusus untuk mengalahkan mereka.
"Kalau sebelum main, kita cuma pengen ngelawan aja sih. Target kita kayak... Kita kan belum pernah ketemu, jadi kayak kita mau ngelawan aja. Ngelawan sama mainnya Nothing To Lose. Gitu sih," tutur Joaquin.
"Kalau dari saya lebih pelajarin kebiasaan dia sama Nothing To Lose aja. Karena kita masih baru debut, jadi harusnya mereka yang punya pressure," timpal Raymond.
Permainan tanpa beban itu kemudian berlaniut pada partai final ketika bersua dengan seniornya sendiri. Joaquin mengakui, aura final Super 500 memang berbeda. Namun, dia dan Raymond tetap berupaya tampil enjoy untuk merebut kemenangan.
"Ya, itu yang paling besar yang kita rasain. Kita kayak ketinggalan. Kita bilangin, udah enjoy aja mainnya. Klau kalah, yaudah. Kalau kalah yaudah. Kita kan lawannya senior, jadi kayak kita mikirnya," ujar Joaquin.
"Kalau kalah emang sudah sewajarnya kalah. Jadi kayak enjoy aja. Tapi dengan itu kita mainnya jadi lebih enjoy, lebih keluar mainnya," pungkasnya.
(Djanti Virantika)