KISAH anak asuh Herry Iman Pierngadi yang kelelahan di Indonesia Open 2025 menarik diulas gara-gara baru tampil di 3 final beruntun. Alhasil, ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, itu harus menghentikan langkahnya di babak pertama Indonesia Open 2025.
Hal ini jadi sorotan karena sebelumnya Aaron/Soh memiliki tren positif di tiga turnamen beruntun. Tetapi, anak asuhan Herry IP itu gagal unjuk gigi di Istora Senayan.

Aaron/Soh langsung kandas di babak pertama Indonesia Open 2025 usai menyerah dari wakil Denmark, Rasmus Kjaer/Frederik Sogard. Mereka takluk dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, dan 21-18.
Ganda putra anyar Malaysia itu mengaku kecewa dengan hasil minor yang mereka dapat. Menurut Soh, kekalahan ini tak luput dari terkurasnya fisik mereka setelah di tiga turnamen terakhir BWF Tour selalu bermain hingga partai puncak.
"Kami kalah dan menurut kami itu tidak terlalu bagus. Gameplay bukanlah gameplay yang sebenarnya, tetapi sebenarnya saya dan Aaron masih berusaha keras untuk menang," kata Soh di Istora Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (6/6/2025).
"Saya pikir di setiap poin kami tahu fisik kami tidak terlalu bagus, benar-benar tidak bagus. Dan lawan juga tahu, jadi hari ini mereka tahu dan mereka terus berusaha semaksimal mungkin," sambungnya.
Aaron menjelaskan kalau situasi tersebut membuat semua atlet pasti kesulitan. Sebab, mereka hanya memiliki waktu yang singkat untuk memulihkan kembali kondisi fisiknya.
"Ya, tentu saja itu akan sulit secara fisik. Tentu saja, maksud saya, untuk semua orang, untuk setiap atlet, itu masih sama," tutur Aaron.
"Tetapi saya pikir, ya, kami memilih untuk bermain dan kami harus menghadapinya. Jadi sekarang kita sudah menjalani empat minggu ini dan saatnya bagi kita untuk kembali, beristirahat, dan kembali berlatih serta mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya," lanjut dia.

Lebih lanjut, Soh menyinggung soal sosok Herry IP. Dia menjelaskan, pelatih asal Indonesia itu memiliki andil besar dalam kesuksesan yang mereka dapat sejauh ini.
"Sebenarnya, saya sangat menghormati momen itu dengan pelatih Herry dan dia memberi kami banyak nasihat, nasihat yang bagus," terang Soh.
"Dia mengubah permainan kami dan kami mendapatkan hasil yang menurut kami sangat pantas. Itu bagus, ini proses yang bagus bagi kami, saya pikir, dari latihan dan dari turnamen," lanjutnya.
Kehadiran Herry IP memberikan sihir tersendiri kepada ganda putra Malaysia. Buktinya, Aaron/Soh sukses meraih dua gelar di tiga turnamen sebelum Indonesia Open 2025. Di mana pasangan ranking tiga dunia itu juara di Thailand Open 2025 dan Singapura Open 2025.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.