“Tapi saya tuh lihat banget selama tur terakhir World Tour sebelum di Olympic kakak-kakak senior semuanya itu persiapannya sangat hebat. Kita latihan satu hari itu bisa tiga kali yang biasa kita kadang latihan dua kali dan itu jamnya kita putar-putar. Kadang yang malam bisa latihan, kadang pagi banget, kadang yang biasanya siang tidur kita siang latihan,” ungkapnya.
“Karena menyesuaikan, kita enggak tahu saat Olympic ini kita main di jam yang mana selalu semua sektor dari tunggal putri, tunggal putra, ganda campuran, ganda putri, ganda putra semua persiapannya sangat baik sejujurnya,” lanjut dia.
Gregoria juga tak menampik ada faktor lain yang membuat rekan-rekannya tidak bisa mencapai hasil terbaiknya. Namun dengan tegas, dia memastikan kalau perjuangan para pemain sudah benar-benar maksimal dalam menatap Olimpiade Paris 2024.
“Cuma mungkin ada faktor-faktor yang itu mungkin tadi ada ketegangan atau ada pressure yang mereka harus lawan, jadi mungkin itu sih. Tapi sangat apresiasi juga dengan kerja keras yang sudah dilalui sama kakak-kakak semuanya,” terang Gregoria.

Sebagai catatan, bulu tangkis Indonesia mengulangi kisahnya seperti di Olimpiade London 2012 yang tidak meraih medali emas. Bedanya, di Olimpiade Paris 2024 ini tim Merah Putih bisa membawa pulang medali perunggu. Karena di edisi 2012, bulu tangkis Indonesia pulang dengan tangan hampa.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.