Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan KOI Tunjuk Maryam March Maharani Jadi Pembawa Bendera Indonesia di Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024

Andhika Khoirul Huda , Jurnalis-Kamis, 25 Juli 2024 |22:25 WIB
Alasan KOI Tunjuk Maryam March Maharani Jadi Pembawa Bendera Indonesia di Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024
KOI menunjuk Maryam Mach Maharani jadi pembawa bendera Indonesia di Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024 (Foto: Instagram/@noc.indonesia)
A
A
A

PARIS - Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan alasan atlet judo, Maryam March Maharani, ditunjuk sebagai pembawa bendera Indonesia dalam Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024. Menurutnya, Rani telah membuat sejarah dengan membawa Tim Merah-Putih kembali mentas di cabor judo pada pesta olahraga terakbar di dunia itu.

Upacara pembukaan alias Opening Ceremony Olimpiade 2024 dijadwalkan berlangsung pada Jumat 26 Juli 2024. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang biasanya dibuka di dalam stadion, kali ini parade para kontingen bakal berada di atas kapal melintasi aliran Sungai Seine di Paris, Prancis.

Sungai Seine menjadi lokasi Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024 (Foto: Reuters/Abdul Saboor)

Sebanyak 15 orang perwakilan Tim Indonesia bakal berada di dalam defile upacara pembukaan tersebut. Mereka berbagi kapal dengan atlet dan tim official dari India.

Rani -sapaan Maryam- ditunjuk sebagai pembawa bendera Merah-Putih dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024. Okto menilai atlet berusia 24 tahun itu pantas mengemban tugas tersebut karena telah membawa judo Indonesia kembali tampil setelah absen selama 12 tahun.

“Dipilihnya Rani bukan tanpa sebab. Rani (Red-sapaan akrab Maharani) ini perempuan tangguh yang kembali lagi hadir setelah Indonesia puasa cukup lama di Olimpiade untuk cabang olahraga judo pada 2012,” kata Okto dikutip dari rilis KOI, Kamis (25/7/2024).

Selain Rani, rombongan Indonesia juga akan dipimpin oleh dua atlet lainnya di barisan terdepan dalam pembukaan Paris 2024. Mereka adalah atlet senam, Rifda Irfanaluthfi, dan atlet sepeda, Bernard Van Aert.

“Di belakang Rani ada Rifda yang merupakan atlet senam pertama Indonesia dalam sejarah yang lolos ke Olimpiade. Lalu Bernard yang menjadi atlet balap sepeda pertama sekaligus satu-satunya di Asia Tenggara yang lolos ke Olimpiade dari nomor track omnium,” jelas Okto.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement