“Puji Tuhan karena posisi tertinggal 0-2 tidak mudah. Teringat lagi momen Piala Thomas dua tahun lalu, di posisi yang sama tapi saya tidak mau kembali jadi penentu kekalahan. Saya mau membangkitkan semangat teman-teman,” kata Jonatan dikutip dari rilis PBSI, Minggu (5/5/2024).
“Li Shi Feng dengan dukungan penonton tuan rumah, dia juga ingin menjadi penentu kemenangan dan dia juga ingin menampilkan yang terbaik. Saya berusaha untuk melawan hal tersebut demi kebanggaan bangsa saya. Itu jadi bahan bakar saya hari ini,” tambahnya.
Di tengah pertandingan tadi, ada momen di mana Jonatan melakukan service dan bola langsung dikembalikan oleh Li Shi Feng sebelum akhirnya dihentikan oleh wasit. Ternyata wasit menyatakan sang lawan belum siap.
Jonatan pun melakukan protes atas kejadian itu karena sepengetahuannya bola yang sudah dipukul oleh lawan menjadi tanda bahwa pertandingan wajib dilanjutkan. Namun, pada akhirnya dia menerima keputusan wasit dan menjaga fokusnya untuk mengamankan kemenangan.

“Memang tadi saya melakukan servis dan dia sudah mengembalikannya tapi dianggap umpire belum siap. Setahu saya aturannya selama bola sudah dipukul harus tetap berjalan permainan. Tapi saya coba fokus lagi saja,” pungkas juara All England 2024 itu.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.