MOTEGI - Marc Marquez menitipkan pesan kepada teknisi-teknisi Honda Racing Corporation (HRC) yang akan membangun motor untuk MotoGP 2024. Pembalap anyar Gresini Racing itu berharap kecepatan motor Honda RC213V bisa ditingkatkan.
The Baby Alien memutuskan hengkang dari HRC dan Repsol Honda setelah 11 musim bersama. Hal itu dilakukannya agar bisa tampil kompetitif lagi di papan atas setelah menjalani momen-momen buruk dalam kariernya sejak 2020.

Sesi Kualifikasi di MotoGP Qatar 2023 lalu menjadi salah satu bukti Marquez sangat memaksakan motornya untuk bisa start dari barisan depan dengan melakukan towing. Kala itu, dia mampu mengamankan posisi ketujuh di garis start, sementara tiga pembalap pengguna Honda lain ada di posisi 20-22.
Marquez mengakui apa yang dilakukannya bisa dibilang sudah melampaui batas kemampuan motornya. Namun, harus memaksakan hal itu agar bisa start dari barisan depan karena motornya tak punya top speed alias kecepatan tertinggi yang bagus. Itu pula yang jadi pesan utamanya kepada teknisi HRC.
“Karena kami tidak mempunyai kecepatan tertinggi yang cukup. Insinyur Honda mengetahui hal ini dan mereka perlu memperbaiki hal ini di masa depan. Karena Anda tidak bisa selalu mengandalkan kemampuan menyelamatkan akhir pekan melalui manuver seperti yang dilakukan di Qatar," kata Marquez, dikutip dari Speedweek, Rabu (6/12/2023).
Hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan rider asal Spanyol itu selepas tes pramusim di Malaysia awal tahun ini. Dia sempat mengatakan Honda RC213V punya kecepatan untuk bersaing. Lantas, apakah Honda sama sekali tak melakukan peningkatan sepanjang musim MotoGP 2023?