ANDORRA – Hadirnya sprint race dan semakin banyaknya seri dalam satu tahun kalender MotoGP membuat sejumlah pembalap merasa keberatan. Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro pun juga awalnya merasakan hal yang sama, namun menurutnya semua pihak harus beradaptasi sebab jika tidak mau ikuti aturan, ia menilai pembalap tersebut bisa pilih pindah ke World Superbike (WSBK).
Tak dapat dipungkiri padatnya jadwal balapan MotoGP di musim ini membuat sejumlah pembalap kerap alami cedera. Espargaro pun menilai itu semua adalah risiko pekerjaan dan semua rider harus menerima perubahan itu dengan baik.
Sebagai informasi, MotoGP 2023 menghadirkan peraturan baru yakni tambahan sprint di setiap serinya. Alhasil, dengan 20 seri yang ada di kalender musim ini, para pembalap bersaing dalam 40 balapan.
Jadwal yang sangat padat tersebut disinyalir menjadi salah satu penyebab meningkatnya persentase kecelakaan di musim ini. Sampai seri ke-14 di MotoGP Jepang 2023, sudah ada 265 kecelakaan yang terjadi dengan rata-rata 18.,9 kecelakaan di setiap akhir pekan Grand Prix. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan rata-rata 16,7 kecelakaan per seri.

Akibatnya, 15 dari 22 pembalap reguler alias dua pertiga dari mereka atau sekitar 68,18 persen rider telah mengalami cedera fisik. Bahkan, sembilan pembalap melewatkan setidaknya satu seri di MotoGP 2023.
Akan tetapi, para pembalap bakal melakoni jadwal yang lebih padat lagi tahun depan di mana akan ada 22 seri sepanjang MotoGP 2024. Alhasil, mereka bakal mentas dalam 44 balapan yang tentunya diprediksi bakal semakin meningkatkan persentase kecelakaan serta jumlah pembalap yang cedera.
Espargaro pun yakin padatnya jadwal MotoGP 2023 menjadi salah satu alasan kuat mengapa banyak pembalap yang cedera di musim ini. Dia sebenarnya tak setuju dengan jadwal balapan yang begitu padat, tetapi para pembalap juga tak memiliki kewenangan untuk mengubahnya.
“Ini bukan suatu kebetulan. Jika ada banyak cedera, ada alasan besarnya,” kata Espargaro dilansir dari Speedweek, Rabu (11/10/2023).
“Itu jelas karena MotoGP dengan peraturan baru, kalender dan sprint, stres bagi pembalap sangat besar. Tidak mungkin untuk terus seperti ini. Tapi saya bukan orang yang bisa mengubahnya,” tambahnya.
Karena itu, pembalap asal Spanyol tersebut menilai satu-satunya yang bisa dilakukan oleh para rider MotoGP adalah beradaptasi dengan hal tersebut yang tentunya menghasilkan risiko yang lebih besar. Jika tidak mau melakukannya, maka mereka bisa hengkang ke ajang WSBk.
“Ya, tentu saja, para pembalap harus menerima risiko yang lebih besar. Jika Anda tidak menyukainya, Anda juga bisa pergi ke Kejuaraan Dunia Superbike,” jelas pembalap berusia 34 tahun itu.
MotoGP Mandalika 2023 akan menjadi seri berikutnya yang akan digelar. Balapan di Sirkuit Mandalika itu dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Oktober alias akhir pekan ini.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.