Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Tragis Francisco Lazaro, Atlet Pertama yang Meninggal di Olimpiade Modern Gara-Gara Kulitnya Diberi Minyak

Maulana Yusuf , Jurnalis-Kamis, 07 September 2023 |09:25 WIB
Kisah Tragis Francisco Lazaro, Atlet Pertama yang Meninggal di Olimpiade Modern Gara-Gara Kulitnya Diberi Minyak
Kisah tragis meninggalnya Francisco Lazaro di Olimpiade 1912 (Foto: grunge.com)
A
A
A

KISAH tragis Francisco Lazaro, atlet pertama yang meninggal di Olimpiade modern gara-gara kulitnya diberi minyak akan dibahas Okezone. Pada umumnya, atlet dari setiap negara di dunia berkompetisi dalam serangkaian permainan yang menyenangkan, penuh petualangan, dan tentu saja kompetitif di Olimpiade.

Namun, Olimpiade ternyata memiliki sejarah yang kelam di dalamnya bagi sebagian atlet. Menurut majalah Time, sedikitnya ada lima atlet Olimpiade yang meninggal sebelum, selama, atau setelah tampil di turnamen Olimpiade, salah satunya adalah Francisco Lázaro yang turun di nomor marathon.

ilustrasi marathon

Menurut laporan berbagai sumber, Francisco Lazaro (21 Januari 1888 –15 Juli 1912) merupakan seorang pelari marathon Olimpiade asal Portugal. Ia menjadi pembawa bendera pertama Portugal di Olimpiade tepatnya di Olimpiade 1912 yang berlangsung di Stockholm, Swedia.

Francisco Lazaro adalah seorang atlet marathon amatir, sama seperti semua atlet Olimpiade pada masanya. Pekerjaan atlet asal Portugal itu sebenarnya adalah sebagai tukang kayu di sebuah pabrik mobil di Lisbon.

Kendati begitu, Francisco Lazaro menjelma menjadi seorang pelari berbakat yang ahli dalam lari maraton. Sebelum Olimpiade 1912, ia telah memenangkan tiga kejuaraan maraton nasional di Portugal, di mana ia mewakili SL Benfica.

Kemudian pada 1912, menandai tahun di mana Portugal melakukan debut Olimpiadenya. Francisco Lazaro pun menjadi salah satu dari lima atlet Portugal yang dipilih untuk entri pertama negaranya, menurut laporan Olympian Database.

Lalu pada 15 Juli 1912, atlet yang dulu berusia 21 tahun itu dijadwalkan untuk berkompetisi di marathon putra. Namun sayangnya, Francisco Lazaro tidak mencapai garis finis.

Dalam persiapan untuk larinya, Francisco Lazaro melakukan tradisi meminyaki kulitnya sebelum pertandingan. Niatnya menggunakan minyak atau lemak tersebut untuk mencegah dirinya berkeringat dan membantu kecepatan serta keluwesan saat berlari.

Namun, tradisi Francisco Lazaro itu tidak membuahkan hasil yang positif baginya. Sebaliknya, minyak tersebut malah berdampak negatif dan membuat suhu tubuhnya lebih panas.

Hal tersebut menyebabkan Francisco Lazaro terjatuh pada satu titik selama lari maraton. Kemudian Lazaro kembali terjatuh di lintasan. Dia telah mencapai jarak 19 mil dan terjatuh, dan tidak sadarkan diri di atas tanah dengan suhu tubuh mencapai 41 °C (105,8°F).

Kru darurat kemudian membawa Francisco Lazaro ke rumah sakit untuk dirawat, tetapi dia tidak pernah sadar dan meninggal keesokan harinya. Adapun, pemenang lomba tersebut adalah Ken McArthur dari Afrika Selatan.

Sementara itu, penyebab kematian Francisco Lazaro kemudian diketahui adalah komplikasi akibat serangan suhu tubuhnya yang panas. Kematiannya dilaporkan sebagai atlet modern pertama yang meninggal di Olimpiade modern.

Sepekan setelah itu, upacara peringatan untuk Lazaro dihadiri oleh 23.000 orang di Stadion Olimpiade. Sekitar $US 3.800 dikumpulkan untuk istrinya, dan kemudian didirikan sebuah monumen Lázaro di titik balik maraton di Sollentuna, Stockholm. Namanya diabadikan di sebuah jalan di Lisbon dan stadion kandang klub sepakbola CF Benfica.

(Admiraldy Eka Saputra)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement