Situasi ini tidak menguntungkan bagi China yang memiliki dua wakil, di mana satu lagi adalah Wang/Yu yang berada di Grup A. Mereka berharap kedua pasangan itu bisa sama-sama menuju partai puncak dan menciptakan All China Finals. Tetapi, kekalahan Zhao/Tian, hal ini bisa mengacaukan rencana kubu China tersebut.
Dengan Zhao/Tian berada di runner-up Grup D, maka duel kontra rekannya bisa terjadi lebih cepat di semifinal andai Wang/Yu keluar sebagai juara Grup A. Karena itu, Wang/Yu kemudian terlihat tidak ingin memenangi laga penentuan Grup A melawan Jung/Kim asal Korea Selatan, begitu juga sebaliknya.
"Itu yang ngaruh, karena China ini kan mau berambisi untuk All China final pada waktu itu kan. Otomatis waktu lihat pertandingannya Wang Xiaoli/Yu Yang sama Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, itu mereka seperti membuang bola, seperti enggak mau main. Itu kan obvious sekali. Kita bisa lihat di YouTube juga pertandingan itu sangat tidak sportiflah," jelas Greysia.
"Dari situ kita berpikir pada momen itu kok mainnya seperti itu? Jangan-jangan Wang/Yu disuruh ngalah supaya mereka enggak ketemu Zhao/Tian di semifinal. Dari situ prasangka terjadi. Saya dan Meiliana dan pelatih, ko Paulus bilang bahwa ini kok China sama Korea kok bisa kayak gitu ya mainnya?," sambungnya.
Lalu pada akhirnya, dengan laga yang terkesan tidak enak dilihat, Wang/Yu menelan kekalahan dari Jung/Kim. Imbas kekalahan Wang/Yu lalu merembet ke Grup C, di mana sang juara grup akan bertemu sang monster ganda putri tersebut. Penentuan juara Grup C kala itu mempertemukan Greysia/Meiliana melawan Ha Jung-eun/Kim Min-jung.
"Nah, karena ada drama itu, pada akhirnya kita sudah tahu Wang/Yu kalah kan? Ini kalau saya menang lawan Ha Jung-eun/Kim Min-jung saya bakal ketemu Wang/Yu. Waduh gimana ya ini? Galau. Kok mereka kayak gitu sih mempertontonkan hal yang tidak baik gitu," imbuh Greysia.