MOTOR alami kemajuan, Fabio Quartararo percaya diri incar podium MotoGP Belanda 2023. Sang pembalap Monster Energy Yamaha finis ketiga dalam sprint race MotoGP Belanda 2023, Sabtu (24/6/2023) malam kemarin WIB.
Fabio Quartararo sebenarnya finis keempat. Namun, Brad Binder mendapatkan long lap penalty pada lap terakhir.

Namun, karena tak ada waktu untuk melaksanakan hukumannya tersebut, maka long lap penalti itu berubah menjadi tambahan waktu tiga detik. Dengan demikian, Binder turun dari peringkat ketiga ke kelima.
El Diablo -julukan Quartararo- pun ketiban untung dari nasib sial yang didapat Binder. Pembalap berpaspor Prancis itu naik ke tempat ketiga sehingga mendapatkan podium keduanya tahun ini dan kali pertama dalam sprint. Dia finis di belakang dua penunggang Ducati, Marco Bezzecchi dan Francesco Bagnaia.
Quartararo juga selalu mampu finis di enam besar dalam sesi latihan di Belanda akhiir pekan ini dan mengamankan tempat keempat di grid. Alhasil, ini menjadi akhir pekan terkuatnya selama musim ini.
Oleh karena itu, Quartararo berharap bisa mengulangi prestasinya pada balapan utama MotoGP Belanda 2023 yang digelar Minggu (25/6/2023) malam ini WIB. Dia pun mengakui bahwa performanya memang membaik dari sebelumnya meski harus melaju dalam kondisi ibu jari kakinya yang patah setelah kecelakaan saat jogging pada tengah pekan ini.
“Sejauh ini kami mengalami kesulitan pada semua hari Jumat dan Sabtu, sebenarnya pada akhir pekan. Segalanya menjadi sedikit lebih baik di sini, meskipun kami dapat dengan jelas melihat di mana kami banyak kehilangan,” kata Quartararo dilansir dari Speedweek, Minggu (25/6/2023).
“Kecepatan kami tidak terlalu buruk. Mudah-mudahan saya bisa berjuang untuk podium pada hari Minggu,” tambahnya.
Quartararo mengungkap tantangan yang dihadapinya pada musim ini. Dia mengatakan bahwa motor Yamaha M1 2023 tak mampu menggunakan kekuatannya untuk bersaing ketika melaju dengan motor lainnya.

“Jika saya melaju sendirian saya bisa lebih cepat. Lalu saya bisa menerapkan gaya mengemudi saya dan itu jauh lebih mudah. Dibandingkan dengan Ducati, KTM dan juga Aprilia, kami berkendara sangat berbeda. Kita tidak bisa menggunakan kekuatan kami untuk bersaing,” jelas rider berusia 24 tahun itu.
“Kemudian saya harus mengerem lebih keras di tikungan, yang memberi saya lebih banyak wheelie saat keluar tikungan dan kami tidak memiliki tenaga mesin yang cukup untuk mengimbangi rival kami. Saya memiliki kecepatan yang lebih baik daripada Binder tetapi tidak bisa menyalipnya. Itulah kesulitannya,” tukasnya.
(Reinaldy Darius)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.