MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali menyebut Indonesia berpotensi kehilangan 37 medali emas di SEA Games 2023. Hal itu merujuk pada tiga cabang olahraga (cabor) andalan Indonesia, yang tidak dipertandinkan di SEA Games Kamboja 2023.
Adapun ketiga cabor yang dimaksud adalah dayung, menembak, dan panahan. Namun demikian, Menpora Amali mengatakan potensi kehilangan medali emas itu tengah ditinjau kembali oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta para pakar.

"Ya semua sedang ditinjau lagi. Jadi beberapa cabang olahraga dengan tim review yang terdiri dari pakar, KOI, dan KONI sedang melakukan peninjauan karena kita berpotensi kehilangan 37 medali emas," kata Menpora Amali kepada awak media di Gedung Kemenpora, Rabu (22/2/2023).
"Dengan begitu, kita harus cari jalan bagaimana (potensi kehilangan) 37 medali ini bisa tertutup oleh cabor (cabang olahraga) lain," sambungnya.
Menpora Amali melanjutkan, ketiadaan cabor andalan Tim Indonesia jadi hal yang sangat disayangkan. Padahal menurutnya, Tim Indonesia berpotensi besar mengeruk emas dari cabor tersebut.
BACA JUGA:Jawaban Zainudin Amali soal Mundur sebagai Menpora Usai Terpilih Jadi Waketum PSSI
"Kita sangat menyayangkan ada beberapa cabor yang kita bisa juara umum seperti panahan, menembak, dan dayung itu tidak dipertandingkan di SEA Games," ungkapnya.