Tunggal Putra

Selanjutnya, di sektor tunggal putra, sejumlah nama pebulu tangkis tentunya akan jadi sorotan. Di antaranya, ada Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Chico Aura Dwi Wardoyo, hingga Shesar Hiren Rhustavito.
Mereka memang menjadi tumpuan Indonesia dalam menorehkan prestasi manis di kancah internasional saat ini. Ginting dan Jonatan pun paling sukses menorehkan prestasi gemilang pada tahun lalu.
Ginting berhasil menghentikan puasa juaranya di Singapore Open 2022. Dia kemudian naik podium juara lagi di Hylo Open 2022. Lalu, di akhir tahun, Ginting meraih status runner-up di BWF World Tour Finals 2022.
Tak kalah dari Ginting, Jonatan juga sukses meraih gelar juara pada tahun lalu, yakni dari pentas Swiss Open 2022. Kemudian, Jonatan jadi runner-up di Korea Open 2022. Hebatnya lagi, Jonatan berhasil menaikkan drastis posisinya di ranking BWF. Di awal 2023 ini, dia duduk di posisi ketiga yang merupakan tertinggi selama kariernya di bulu tangkis.
Begitu juga dengan Chico, dia membuat kejutan besar tahun lalu dengan menyabet gelar juara Malaysia Masters 2022.
Hanya Shesar saja yang belum membawa pulang trofi pada 2022, namun kinerjanya tetap patut diacungi jempol. Dia beberapa kali berhasil mengalahkan pemain unggulan, seperti Lee Zii Jia.
Mengingat 2023 merupakan tahun pengumpulan poin Olimpiade, keempat andalan Indonesia di sektor tunggal putra itu dipastikan bakal bekerja habis-habisan di setiap turnamen. Sebab, mereka tak mau kehilangan kesempatan mentas di Olimpiade Paris 2024.
Ganda Putra

Beralih ke sektor ganda putra. Ini akan jadi sektor yang paling ramai disorot pada 2023. Sebab, Indonesia punya segudang pemain hebat di sektor ganda putra, seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, hingga Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Persaingan ketat untuk menjadi pasangan terbaik di ganda putra Indonesia pun sudah terlihat sejak lama, termasuk pada 2022. Kala Marcus/Kevin menunjukkan penurunan performa, ada pasangan lain dari Indonesia yang bisa bergantian menanjak naik.
Dia adalah Fajar/Rian. Prestasi luar biasa ditorehkan pasangan berjuluk Fajri itu di sepanjang 2022. Mereka sukses menembus 8 final pada tahun lalu dan meraih gelar juara di empat turnamen di antaranya. Kegemilangan ini membawa Fajar/Rian merangsek duduk di ranking 1 dunia saat ini.
Tak hanya Fajar/Rian, Ahsan/Hendra juga bersinar cerah pada tahun lalu. Meskipun gagal memboyong satu pun gelar juara, pasangan berjuluk The Daddies itu bisa menaikkan posisinya di ranking BWF. Dari sempat turun beberapa tempat, kini Ahsan/Hendra menduduki lagi urutan kedua.
Dua pasangan itu pun diyakini masih akan bersinar pada 2023 ini. Apalagi, Ahsan/Hendra masih membuka peluang tampil di Olimpiade Paris 2024. Begitu juga dengan Fajar/Rian, mereka akan berupaya menjaga singgahsananya dan juga bersaing menyegel tiket tampil di Olimpiade untuk pertama kalinya.
Namun, usaha Fajar/Rian dan Ahsan/Hendra takkan mulus begitu saja. Pasalnya, pasangan lain di sektor ganda putra Indonesia juga tak kalah kuat. Mereka juga berambisi menjadi yang terbaik tahun ini. Apalagi, beberapa nama tak bisa tampil optimal pada 2022 karena sejumlah kendala, di antaranya karena cedera.
Hal itu dialami Pramudya/Yeremia dan juga Marcus/Kevin. Bahkan, Marcus/Kevin sampai turun drastis di ranking BWF. Mereka terpental dari ranking 1 ke posisi 23 saat ini. Tak ayal, menarik menantikan kiprah para ganda putra Indonesia pada 2023 ini.