JAKARTA – Pebulu tangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy, mengomentari keputusan Nova Widianto untuk pindah melatih ke pelatnas Malaysia. Dia pun membeberkan kondisi ganda campuran Indonesia usai ditinggal sang pelatih.
Ya, pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, telah memutuskan untuk meninggalkan jabatannya di pelatnas PBSI. Dia memutuskan untuk menjadi pelatih di Malaysia.

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) telah mengontrak Nova sebagai pelatih ganda dengan durasi dua tahun. Juara dunia 2005 dan 2007 tersebut diharapkan bisa membuat para pemain Pelatnas ganda campuran Malaysia dapat bersaing maksimal.
Rinov pun mengatakan kepergian Nova dari Pelatnas memiliki pengaruh bagi para pemain ganda campuran Indonesia. Meski juga merasa sedih dengan kepergian sang pelatih, Rinov tetap menghormati keputusan yang telah dibuat.
BACA JUGA: Ceritakan Momen Pamitan dengan Nova Widianto, Rinov Rivaldy Tak Kuasa Tahan Kesedihan
"Pastinya berpengaruh, kemarin kan juga mendadak. Kita semua juga sedihlah, tapi kan balik lagi itu keputusan dia, keputusan semuanya. Kita hanya prajurit, enggak bisa apa-apa," kata Rinov kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, di Pelatnas PBSI, Cipayung, pekan lalu.
Oleh karena itu, Amon Sunaryo yang sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih saat ini harus menggantikan peran dari Nova Widianto. Rinov pun menyebut dirinya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan pelatih baru.
"Adaptasi enggak juga, cuma kemarin kan sudah diganti sama asistennya (coach Amon Sunaryo), jadi sebenarnya semua. Paling kemaren juga ada rinci-rincian, kita sudah dikasih tau harus gimana sebelum ditinggalkan," imbuhnya.
Selain itu, Rinov yang berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari juga berhasil menunjukkan prestasi gemilang di World Tour Finals 2022 dengan menembus babak semifinal. Rinov pun menyebut telah mendapat banyak pengalaman dari kesuksesan tersebut.
"Pastinya kita terus berproses kan, gimana caranya kita jangan melakukan kesalahan yang sama. Itu saja intinya, kalau secara teknik kan semuanya sama lah," sambung Rinov.

Selain itu, Rinov/Pitha pun telah mendapatkan kesempatan yang lebih banyak untuk menghadapi beberapa pemain top dunia. Rinov pun menyebut hal tersebut telah memiliki modal yang lebih baik untuk bersaing di turnamen yang akan datang.
"Yang pastinya sudah mulai kelihatan lah, kita sudah pernah ketemu beberapa kali kan, ketemu top 5 nya sudah kalah berapa kali juga. Jadi kita bisa ngeliat sisi mana kelemahan dan keuntungan," pungkasnya.
(Reinaldy Darius)