“Kami mulai bekerja dari Assen, sebelum musim panas, dan di Silverstone, sesaat setelah jeda, semuanya cukup berbeda karena saya lebih fokus pada tujuan untuk kembali. Sekarang baru pertama kali saya memimpin dan saya melihat ada sesuatu yang berbeda, tetapi itu adalah konsekuensi dari apa yang telah kami lakukan dan saya tahu bahwa potensi kami sangat tinggi," cetus Pecco Bagnaia.

Di sisi lain, Pecco Bagnaia, yang notabenenya adalah lulusan VR46 Academy, enggan disebut sebagai penerus Valentino Rossi. Pasalnya, legenda yang sempat jadi mentornnya itu tidak bisa ditandingi kemampuannya. Namun, ia tetap bertekad memberikan yang terbaik saat balapan.
"Tidak ada yang akan menjadi Valentino Rossi yang baru. Tidak akan ada yang lain seperti dia, tapi yang penting adalah melakukannya dengan baik," tandas Pecco Bagnaia.
(Reinaldy Darius)