PEMBALAP Suzuki Ecstar, Joan Mir mengungkap penyebab dirinya hanya finis ke-19 di MotoGP Malaysia 2022, Minggu 23 Oktober 2022 silam. Joan Mir menjelaskan dirinya mengalami penyakit Arm Pump alias sindrom kompartemen pada lengannya sehingga dia kehilangan kekuatannya.
Dalam balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Joan Mir sebenarnya mampu mengejar ketertinggalannya setelah start dari urutan ke-11. Bahkan, ada satu momen ia sempat duduk di posisi keempat bersaing dengan Marc Marquez.

Akan tetapi, juara MotoGP 2020 itu sedikit demi sedikit melorot ke barisan belakang. Kemudian, dia mengalami kecelakaan hingga akhirnya hanya mampu finis di tempat ke-19.
Ternyata, pembalap asal Spanyol itu mengalami arm pump pada lengan kanannya saat balapan berlangsung setengah jalan. Alhasil, dia kehilangan kekuatan untuk mengerem dengan kuat sehingga tak mampu meraih hasil maksimal.
"Sepertinya saya mengalami sindrom kompartemen, jadi itu adalah arm pump. Sepang adalah sirkuit yang sulit di mana masalah ini dapat terjadi sedikit, tetapi tidak separah itu sampai saya tidak bisa menggunakan rem dengan benar dan kehilangan semua kekuatan di lengan kanan saya," kata Joan Mir dilansir dari Speedweek.
Untuk diketahui, sindrom kompartemen atau arm pump adalah masalah yang lazim diderita oleh para pembalap sepeda motor. Hal itu disebabkan oleh peningkatan tekanan atau beban pada jaringan yang menyebabkan aliran darah menjadi buruk ke otot-otot di bagian lengan bawah sehingga mengakibatkan rasa sakit dan mati rasa.