JAKARTA – Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Nova Widianto, mengomentari penampilan ganda campuran non-pelatnas yang mulai menunjukkan taringnya di kancah internasional. Nova Widianto pun mengatakan anak buahnya menjalani persaingan sehat karena tak ada perselisihan apa pun.
Seperti diketahui, publik kerap kali membanding-bandingkan performa para penghuni Pelatnas PBSI dengan mereka yang mengambil jalur profesional. Sektor ganda campuran pun sedang hangat diperbincangkan karena pebulu tangkis pelatnas Cipayung kurang berprestasi akhir-akhir ini dibanding pasangan non-pelatnas, yakni Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja.

Meski baru diduetkan, Dejan/Gloria sudah menyabet empat gelar beruntun. Gelar itu diraih di ajang Denmark Masters, Indonesia International Series, Vietnam Open, dan Indonesia International Challenge Malang 2022.
BACA JUGA: Tim Bulu Tangkis Indonesia Berangkat ke Spanyol untuk Kejuaraan Dunia Junior 2022
Sementara itu, para ganda campuran pelatnas, belum meraih satu pun gelar tahun ini. hal itu termasuk dialami sang tumpuan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari,
Nova pun tak memungkiri pasangan non-pelatnas punya kualitas yang apik, termasuk mantan anak buahnya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan itu diketahui duduk di ranking lima dunia.
Meski begitu, Nova menilai persaingan yang ada di antara anak didiknya dengan para pemain jalur profesional adalah persaingan yang sehat. Menurutnya, tak ada hubungan yang panas antara para pemain, meski sering dibanding-bandingkan.
“Persaingan sih (dengan non pelatnas) kita udah sehat aja lah ya. Kita tau lah kualitas mereka. Kalau mau ngomongin saiangan, ya saingan sehat, kita menang kalah lah,” kata Nova kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia.
“Di Eropa, Dejan/Gloria kalah sama Zachariah/Bela, di sini menang. Waktu itu Rinov/Pitha ketemu Praveen/Melati dua kali menang, kita saingan sehat saja. Tapi di luar (lapangan) kita biasa aja, enggak ada permusuhan, sama pelatih juga enggak ada permusuhan, kita biasa aja,” tambahnya.
“Jadi kalo misal berangkat tanding kita gabung aja latihan. Kalau persaingan untuk menjadi yang terbaik, saingan sehat lah,” tuturnya.

Hal senada juga keluar dari mulut Rinov/Pitha saat ditanya soal persaingan dengan ganda campuran non-pelatnas. Rinov berpendapat, di atas lapangan, mereka hanya adu gengsi saja, tetapi di luar itu saling bersahabat karena sama-sama ingin mengharumkan nama Indonesia.
“Kalau saya pribadi enggak terlalu mikirin yang dibanding-bandingin, karena saya enggak sering buka sosial media,” ujar Pitha.
“Ya, sebenarnya enggak masalah sih, cuma gengsi doang. Cuma kalau dalamnya kan mereka dulu senior kita, teman-teman kita, itu cuma antara gengsi, dan itu enggak ada pengaruhnya karena kita kan satu bawa Indonesia bukan bawa nama klub pas keluar,” sahut Rinov.
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.