MARCUS Gideon/Kevin Sanjaya alami kemunduran performa, Herry IP anggap itu biasa saja. Menurut pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi alias Herry IP, itu merupakan siklus normal yang biasa ditemui pada pemain bulu tangkis.
Minions – julukan Marcus/Kevin – menjadi sorotan seiring dengan penurunan performa belakangan. Sebab, mereka tidak pernah mampu melampaui babak 16 besar dalam tiga turnamen terakhir yang mereka ikuti.

Hasil tersebut jelas bukan sesuatu yang baik bagi Marcus/Kevin yang saat tampil di turnamen terakhir di Jepang Open 2022, masih berstatus sebagai pasangan ranking satu dunia. Bahkan, puncaknya, sekarang mereka turun takhta dan menempati peringkat tiga dunia.
Herry IP pun tak memungkiri bahwa performa anak asuhnya itu memang sedang menurun terutama setelah Marcus menjalani operasi di pergelangan kakinya pada April lalu sehingga Minions absen di beberapa turnamen. Namun menurutnya, naik turunnya penampilan seorang pemain merupakan sebuah siklus normal.
“Ya pertama memang kenyataannya performa Minions agak sedikit menurun pasca Gideon operasi, kedua, umurnya juga bertambah. Tapi menurut saya itu (performa turun) siklus normal,” kata Herry IP kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, pada Kamis, 13 Oktober 2022.
Ya, performa Marcus/Kevin memang terlihat merosot setelah pemain berusia 31 tahun itu operasi di Portugal. Meski sempat mencapai semifinal Indonesia Masters 2022 dalam comeback mereka, setelah itu Minions tersingkir di babak 16 besar Indonesia Open, Kejuaraan Dunia Bulutangkis dan Jepang Open 2022.
Kendati demikian, Herry IP yakin itu merupakan sesuatu yang wajar bagi seorang pemain. Menurutnya, ekspektasi tinggi dari para penggemar kepada pemegang takhta tertinggi ganda putra selama lima tahun lebih itu lah yang membuat hal itu terlihat sebagai sesuatu yang buruk.
“Enggak bisa semua terus di atas. Ekspektasi masyarakat Indonesia ke Minions saja yang terlalu luar biasa, mereka enggak boleh kalah, runner up aja gagal, jadi itu yang harus dimengerti,” kata pelatih berjuluk Coach Naga Api itu.
“Pemain itu ada masa performanya naik turun. Sebenarnya sama dengan Ahsan/Hendra waktu di atas terus mereka turun,” tambahnya.
“Siklus itu normal, cuma kadang-kadang ekspektasi para netizen, penggemar, pengennya di atas terus, kalau turun sedikit, kok turun? Padahal menurut saya itu normal,” tuturnya.
Marcus/Kevin kini berusaha untuk move on dari rangkaian performa buruk tersebut dengan mempersiapkan diri untuk Denmark Open 2022, yang akan dihelat 18-23 Oktober 2022 mendatang. Mantan ganda putra nomor satu dunia tersebut akan mengawali turnamen Super 750 itu dengan menghadapi Akira Koga/Taichi Saito di babak 32 besar.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.