Share

Jason "Forsaken" Susanto, Atlet Esport Asal Indonesia di Kancah Internasional

M Imamulhikmi, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 43 2671518 jason-forsaken-susanto-atlet-esport-asal-indonesia-di-kancah-internasional-8r5dkgw9r7.jpg Jason Forsaken Susanto (Foto: Valo2Asia)

JASON “Forsaken” Susanto, atlet Esport asal Indonesia di kancah internasional akan dibahas pada artikel ini. Perkembangan Esport sebagai cabang olahraga saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, khususnya di Tanah Air.

Cabang olahraga Esport begitu berkembang sebab didukung oleh banyaknya peminat, juga besarnya pengaruh Esport terhadap sektor ekonomi. Jason Susanto atau yang lebih dikenal dengan f0rsakeN (baca: forsaken) menjadi salah satu atlet muda asal Indonesia yang berhasil menjadi finalis dalam Valorant Championship Tournament bersama timnya, Paper Rex.

Jason Susanto

Pria muda berprestasi ini lahir pada 25 Maret 2004 dan kini berusia 18 tahun. Meskipun tim Paper Rex merupakan tim asal Singapura, tim ini memiliki banyak penggemar dari Tanah Air.

Penggemar Paper Rex yang berasal dari Indonesia merupakan penggemar Jason Susanto dan rekannya, Aaron “mindfreak” Leonhart yang juga berkebangsaan Indonesia. Prestasi yang telah diraih Jason Susanto bersama Paper Rex antara lain Juara 4 VCT 2022 Reykjavic, Juara 1 VCT APAC Challengers, dan terbaru ia menjadi Runner-Up VCT 2022 Masters Copenhagen yang menjadi turnamen terbesar di gelaran Valorant Championship Tournament.

BACA JUGA:Siap Kembali Balapan di MotoGP Jepang 2022, Marc Marquez Waspadai Kondisi Cuaca di Sirkuit Motegi

Menurutnya tim dan atlet esport asal Indonesia dapat bersaing secara kompetitif di kancah internasional asal memiliki kemauan dan giat dalam berlatih. Ia juga menambahkan bahwa kerjasama tim, komunikasi, dan pengendalian emosi juga berpengaruh dalam mendorong kemampuan pemain agar menjadi lebih baik di setiap pertandingan.

“Valorant itu kalau bermain dengan having fun terus enggak harus serius banget di tiap round kita, jadi bisa enak untuk nembak musuhnya. Misalkan round ini kalah lu enggak usah marah-marah, lu fokus aja ke next round nya.” Ujar Jason Susanto via kanal YouTube VALORANT Esports Indonesia.

Jason Susanto juga menjelaskan adanya perbedaan antara skena tim asal Malaysia/Singapura dengan tim asal Indonesia. Menurutnya tim asal Indonesia lebih mengandalkan strategi dibanding tim asal Malaysia/Singapura.

Jason Susanto

“Menurut gua scene MY/SG masing-masing tim punya develop sendiri, kalau di Indonesia strateginya lebih rapi dibanding MY/SG yang mungkin terinspirasi dari tim Paper Rex jadi ikut main kayak grasak-grusuk gitu,” sambung Jason Susanto.

Jason kini menjadi salah satu panutan atlet muda yang menunjukkan bahwa umur bukan menjadi penghalang untuk menembus kancah internasional.

M. Imamulhikmi adalah aktivis Pers Mahasiswa Ketik dari Polimedia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini