Berkat tangan dinginnya, ia berhasil mengantarkan Alan Budikusuma meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Ia juga berhasil mengantarkan tim Indonesia juara Piala Uber 1994 dan 1996.

(Fuad Nurhadi (paling kanan) pebulutangkis asal Lampung yang jadi pelatih di China)
Selama menjadi pelatih di Indonesia, Fuad Nurhadi berusaha untuk mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk untuk istri dan anaknya. Namun sayangnya, usaha Fuad Nurhadi untuk mendapatkan kewarganegaraannya ditolak.
Fuad Nurhadi semakin sakit hati karena ia sudah berkontribusi untuk negara namun kewarganegaraannya masih saja ditolak. Aparat pemerintahan bahkan menipu ia untuk membayar uang sekira Rp30-50 juta agar permohonan kewarganegaraannya diterima.
Akibat penolakan tersebut, Fuad Nurhadi akhirnya memutuskan untuk angkat kaki dari Indonesia. Setelah menjadi WN China, ia kemudian menjadi pelatih bulutangkis di sana selama bertahun-tahun lamanya.
Sejak itu, ia berhasil mengantarkan China dalam mencetak pemain-pemain unggulan. Ia bahkan mampu mengantarkan China menjuarai Piala Thomas lima kali berturut-turut.
Prestasi bulutangkis China melesat. Sementara di lain hal, Indonesia mengalami kerugian karena kehilangan pria kelahiran Lampung yang berjasa besar bagi bulutangkis Indonesia.
(Hakiki Tertiari )
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.