Share

GFNY Bali 2022 Digelar, Kemenparekraf: Picu Pemulihan Ekonomi Pariwisata Secara Nyata

Miftachul Chusna, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 43 2643249 gfny-bali-2022-digelar-kemenparekraf-picu-pemulihan-ekonomi-pariwisata-secara-nyata-jT1K1bjlAe.jpg GNFY Bali siap digelar, wujud nyata pemulihan ekonomi pariwisata. (Foto: Miftachul Chusna/MPI))

AJANG balap sepeda Gran Fondo New York (GFNY) yang digelar di Gianyar, Bali, Minggu (7/8/2022) mendapat dukungan dari Kemenparekraf. Acara itu menjadi bentuk nyata upaya pemulihan pariwisata Bali.

Dihantam pandemi, pariwisata Bali memang ambruk karena pembatasan aktivitas. Akan tetapi, perlahan demi perlahan mulai bangkit.

GNFY Bali

Salah satunya yang bisa menjadi stilumus adalah ajang balap sepeda GNFY. Kemenparekraf menyambut baik GNFY untuk pemulihan ekonomi pariwisata Bali.

"Ini bentuk nyata recovery dari pandemi," kata Koordinator MICE Internasional Kemenparekraf, Kiagoos Irvan Vaisal dalam jumpa pers persiapan GFNY di Rumah Luwih Gianyar, Bali, Sabtu (6/8/2022).

Irvan mengapresiasi panitia GFNY yang mempekerjakan 200 warga lokal dalam acara ini. Hal ini merupakan upaya yang luar biasa untuk membantu masyarakat Bali bisa segera pulih dari dampak pandemi.

Selain itu, ada delapan UMKM lokal yang turut diajak menyukseskan ajang balap sepeda internasional tersebut. Hal ini diharapkan bisa membangkitkan ekonomi kreatif lokal.

Ia menjelaskan, sport tourism merupakan program strategis Kemenparekraf. Sebab, acara-acara sport internasional sangat potensial menarik kunjungan wisatawan.

Jumlah peserta GFNY yang ditargetkan mencapai 2.000 orang merupakan angka yang tidak kecil. "Bisa dibayangkan 2.000 orang datang ke sini belum termasuk keluarganya atau teman-temannya," ungkap Irvan.

Ia mencontohkan blapan MotoGP di Mandalika, Lombok beberapa waktu lalu. "MotoGP cuma ada 12 tim. Tapi di dalamnya ada 2.400 orang asing yang datang," imbuhnya.

Irvan tak lupa mengingatkan peserta GFNY untuk mematuhi protokol kesehatan. Sebab, Indonesia masih dalam masa pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini