Share

ASEAN Para Games 2022: Kisah Dheva Anrumusthi, Peraih Perak Paralimpiade yang Sempat Tinggalkan Bulutangkis Karena Kecelakaan

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 40 2639022 asean-para-games-2022-kisah-dheva-anrumusthi-peraih-perak-paralimpiade-yang-sempat-tinggalkan-bulutangkis-karena-kecelakaan-wMALbfz2GM.JPG Dheva Anrumusthi sempat patah arang karena kecelakaan yang dialami (Foto: Andika Rachmansyah/MNC Portal Indonesia)

SOLO – Kisah Dheva Anrumusthi, peraih perak paralimpiade yang sempat tinggalkan bulutangkis karena kecelakaan akan diulas dalam artikel ini. Cerita itu bermula ketika Dheva Anrumusthi duduk di bangku SMA.

Sejatinya, Dheva Anrumusthi terlahir normal. Pemain 23 tahun itu sudah menggeluti dunia tepok bulu sejak kecil. Jadi, kualitasnya pun tak perlu diragukan lagi.

Dheva Anrumusthi

Akan tetapi, dia mengalami musibah kecelakaan yang menimpanya ketika ingin masuk ke bangku SMA. Kecelakaan itulah yang membuat tangan kanannya tidak dapat berfungsi dengan normal.

"Saya memang dari dulu sudah mengenal badminton. Tetapi saya alami kecelakaan pas mau masuk SMA. Waktu itu jatuh dari motor yang mengakibatkan tangan saya tidak seperti orang normal," ucap Dheva Anrumusthi kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/7/022).

Dheva Anrumusthi mengaku kalau musibah itu membuatnya sangat terpukul. Ia sampai hiatus dua tahun, karena berpikir sudah tidak ada gunanya melanjutkan karier di bulutangkis dengan kondisi seperti itu.

"Karena itu, saya vakum main badminton selama dua tahun. Saya berpikir waktu itu ya untuk apa juga main badminton dengan kondisi seperti ini. Karena kan memang sulit juga untuk mengejar prestasi di non disabilitas apalagi kondisi seperti ini," ucapnya.

Namun Dheva Anrumusthi mampu bangkit karena terus mendapat dukungan dari orang tua. Ajang Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) 2016 meyakinkan dirinya masih bisa bersaing dan melawan keterbatasan.

Sejak saat itu, dia kembali berlatih dan berkesempatan tampil di ajang-ajang besar. Nama Dheva Anrumusthi kemudian semakin melambung berkat rentetan prestasinya seperti di medali emas Asian Paragames 2018 Jakarta hingga perak Paralimpiade Tokyo 2020.

Dheva Anrumusthi

"Titik bangkitnya karena orang tua yang terus mendukung untuk bangkit lagi. Akhirnya saya mulai latihan tapi latihan biasa saja. Sampai akhirnya mendapat panggilan untuk Peparnas," imbuh Dheva Anrumusthi.

"Pertama kali itu waktu saya ikut Peparnas di Bandung tahun 2016 dan setelah itu mulai lebih bersemangat. Singkat cerita ya saya semakin semangat dan terus berlarih hingga akhirnya bisa berada di sini membela bangsa sendiri dan raih medali perak Paralimpiade," terangnya.

Kini, Dheva Anrumusthi menjadi salah satu andalan Indonesia untuk mendulang medali emas di ASEAN Para Games 2022. Hal itu bukan tidak mungkin terjadi, mengingat dirinya juga merupakan pemain unggulan kedua di sektor tunggal putra SU5.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini